Dear Europe

Dear Europe

What should I do, where should I go? 
Where should I fly, how should I try? 
Should I take one step forward, should I hold one step behind?
Oh, how afraid I am of the future

Knowing nothing except fighting
Just making sure I’m not doing nothing
Because I know there must be something
Something powerful beyond everything

I can no longer assume nor expect things
As I am only doing what my hands are able to,
My heart directs me to what tomorrow brings 
Doing the best for my part 

Do the best, Suci, do the best
Then, let the Almighty do the rest

~Suci
Continue reading “Dear Europe”

Postcards From London: #1. Namanya Ruri

Postcards From London: #1. Namanya Ruri

Soekarno-Hatta, Delapan Tahun Yang Lalu

“Jadi gini ya Bung Raka yang menyebalkan. Jarak Depok ke Soekarno-Hatta itu nggak kayak UI – Margo City yang bisa tinggal lari sepuluh menit ke jalan Margonda, terus tinggal naik segala macam angkot udah nyampe, please deh.”, gadis berjilbab segiempat di depanku masih saja melanjutkan celotehannya.

“Ya ‘kan yang penting kamu sampai sekarang, Rur..”, jawabku.

“Ya nggak siang hari mau berangkat juga kali ngabarin akunya, kak. Aku udah jantungan tahu nggak abis keluar ujian simulasi tadi. Bayangiiiin rasanya gimanaaa..

“Saya ‘kan memang nggak berekspektasi kamu akan nganter saya, Rur. Saya tahu kamu ada simulasi hari ini, jadi sejak sudah punya tanggal berangkat saya nggak ngabarin kamu. Lagipula lihat deh sekarang, kamu mau pulang sama siapa coba malam-malam begini…”

17 September 2008 pukul 23:50 WIB nanti, aku akan mulai petualanganku ke negeri berjarak 11.706 km dari Jakarta. Gadis ini sudah lama bertanya kapan aku akan berangkat. Tahu dia akan memaksa mengantar padahal di hari itu dia ada ujian simulasi penting, aku berniat hanya pamit lewat pesan singkat sambil mengirimkan do’a agar ujiannya lancar.

“Biarin, aku mau nginep di bandara aja.”, ia masih merajuk. Continue reading “Postcards From London: #1. Namanya Ruri”

Postcards From London: A Prologue

Postcards From London: A Prologue

Whitechapel, Oktober 2016

Postcard lagi, ri?”
Hehe, iya, Mbak.”
“Kamu tuh ya, sekarang itu sudah ada banyak aplikasi chat, email bisa diakses 24/7, kalau mau ngobrol tinggal free call saja kok ya masih mau susah-susah nulis postcard, capek-capek ke kantor pos, belum lagi harga perangko ‘kan nggak murah.”
“Hehe. Iya sih, Mbak.”, ujarku sambil masih berkutat dengan kartu pos terakhir yang akan kukirimkan.
“Memangnya kamu itu nulis buat siapa sih? Ini sudah ketiga kali aku lihat kamu menulis minggu ini, sering banget.”
Jemariku terhenti sejenak mendengar pertanyaan Mbak Lisa. Aku alihkan pandanganku ke matanya yang sedari tadi memperhatikanku. Aku menjawabnya hanya dengan sebuah senyum. Aku kemudian bergegas meraih jaketku, sudah saatnya berangkat.

“Ruri..”, suara Mbak Lisa lirih memanggilku yang sudah membelakanginya.
“Kamu nggak boleh begini terus.. Kita pulang, yuk. Akhir tahun ini Mbak dapat cuti dan bisa nemenin kamu pulang. Kita cari udara segar ya, Ri.” Continue reading “Postcards From London: A Prologue”

Study Abroad Series #2: Menjadi Penerima Beasiswa

Study Abroad Series #2: Menjadi Penerima Beasiswa

“Widih, enak banget anak beasiswa, banyak uang dong berarti.”
“Ah, anak LPDP mah uangnya banyak..”

Sebelum membahas kelanjutan postingan seri 1 ke hal-hal teknis terkait seleksi, saya ingin sekali menulis ini: soal apa sebenarnya arti dari menjadi seorang penerima beasiswa.

Saya adalah seorang penerima beasiswa sejak SMP. Alhamdulillah, orang tua saya tidak pernah ‘ngoyo’ meminta saya untuk menjadi ranking 1 ataupun mencari beasiswa. “Bagaimana pun kondisinya, rezeki anak itu ada sendiri, un.”, kata ibu. Saya lah yang sejak mengerti beasiswa selalu kekeuh, sok gaya sebagai anak pertama yang pokoknya maunya ayah dan ibu nggak usah pusing mikirin uang sekolah saya.

Lalu, enak nggak sih jadi penerima beasiswa? 

In general, absolutely YES! 🙂 Continue reading “Study Abroad Series #2: Menjadi Penerima Beasiswa”

Hey, I am Finally Here.

IMG_0431.JPG

Alhamdulillah, setelah 8+8 jam perjalanan, saya akhirnya sampai di kota ini. Insya Allah akan melanjutkan studi S2 di University College London.

Bagaimana rasanya, ci?

Entah sudah berapa orang yang menanyakan ini: bagaimana rasanya ci sudah sampai UK, sudah tercapai impiannya untuk lanjut studi?

Bagaimana ya?

I’m a very lucky girl, indeed. Jalan menuju kota ini entah kenapa alhamdulillah begitu dipermudah oleh Allah. Meski sempat tersandung di persiapan IELTS, Allah juga memberikan perantara kepada saya sehingga saya bisa tetap tidak menyerah untuk bergerak agar bisa mencapai kota ini. Allah hadiahi teman-teman serumah yang baik-baik, lingkungan tempat tinggal yang nyaman, serta proses pre-study adminustration yang juga lancar.

Kadang berpikir, justru apakah dengan semuanya baik-baik saja ini adalah sebuah pertanda lain? Tapi saya tidak ingin berprasangka buruk.

Sudah seminggu sayamenginjakkan kaki di kota ini. Perasaannya masih campur aduk. Masih ada rasa kehilangan dan kekosongan. Masih banyak, banyak sekali rasa takut. Tapi disamping semua itu, saya harus tetap terus menguatkan diri.

Yang kuat ya, Suci.

Bismillah..

Get That Scholarship! Pengalaman Aplikasi Beasiswa LPDP

Get That Scholarship! Pengalaman Aplikasi Beasiswa LPDP
XLFL.jpg
XL Future Leader Sharing

Awal bulan Juni lalu, saya diminta untuk mengisi sesi sharing serta memberikan tips dan trik mendapatkan beasiswa lanjut kuliah ke luar negeri oleh XL Future Leader. Alih-alih memberikan tips dan trik (yang sebenarnya ya saya bingung juga karena nggak punya kalau tips dan trik supaya bisa diterima), saya malah kebanyakan ceritanya (seperti biasa). Lewat beberapa bagian tulisan, saya mau mulai berbagi pengalaman saya saat mempersiapkan seleksi beasiswa dan aplikasi program S2 di UK. Nah, untuk bagian pertama, saya mau berbagi apa yang tempo hari saya sampaikan di sesi sharing XL Future Leader.

***

Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk bisa melanjutkan studi ke University College London bulan September nanti. Untuk menunjang studi yang akan saya lakukan, LPDP RI kemudian bersedia untuk menerima saya sebagai awardee PK-67. Seleksi beasiswa LPDP sendiri berlangsung sepanjang tahun dan dibagi menjadi empat batch berbeda. Untuk informasi lebih lanjut terkait beasiswa ini, termasuk syarat aplikasi dan deadline masing-masing batch, silakan kunjungi halaman ini. Continue reading “Get That Scholarship! Pengalaman Aplikasi Beasiswa LPDP”

1. Dear London

1. Dear London

gambar fitur diambil dari: www.internationaltravellermag.com

Kesiapan untuk memilih hanya akan datang pada mereka yang sudah pernah menyelam jauh ke dalam hati. Menjelajahi pertanyaan dan jawaban ke dalam diri sendiri.
– kak Iqbal Hariadi P. di salah satu post Tumblr-nya.

***

Setiap orang punya definisi mereka sendiri soal cinta. Iya, kata absurd itu. Dari ibu, aku belajar bahwa cinta adalah selalu soal kasih sayang yang tidak ada batasnya, kesabaran, pengorbanan, dan kesetiaan. Dari ayah, aku belajar bahwa cinta bukan apa yang dikatakan, tapi apa yang dirasakan oleh hati dan yang tercermin dari perbuatan.

Continue reading “1. Dear London”