Jeruk Asam atau Kurang Manis?

Tadi siang, adik saya yang paling kecil minta dibuatkan air perasan jeruk. Setelah selesai dibuat, di tegukan pertama dia langsung mengeluh “asem“, kemudian enggan meminumnya lagi. Sayang kalau jadinya mubazir, saya yang sudah nyobain si Jeruk sebelum akhirnya jadi air perasan mencoba berdialog:

Suci: “bukan asem, cuma kurang manis, ya ‘kan? Mau ditambah gula pasir sedikit nggak?”.
Ridho: “asem loh.”
Suci: “nggak, cuma kurang manis.. coba diminum seteguk lagi.”
Ridho: (minum seteguk) “hmm.. nggak manis loh.”
Suci: (melempar senyum)
Ridho: (minum sampai habis) “sudah kuhabisin”
Suci: “mantappp!” (lempar jempol)

***

Jauh sebelum hari ini, saya pernah membuat Sushi yang saya pikir gagal sekali. Saya sedang eksperimen memasak Sushi dengan beras Jepang. Ternyata, si beras jepang ini cara masaknya juga beda dengan beras yang biasa kita makan di Indonesia. Hasilnya gagal karena jadi kekerasan. Nasi Sushi yang keras membuat gulungannya nggak cantik, tambahlah saya nggak PD sama penampakan dan rasanya. Saya pun memutuskan untuk batal menyajikan si sushi. “nanti w makan sendiri aja dicicil ampe besok pagi.”, ujar saya dalam hati.

Sampai…

Continue reading “Jeruk Asam atau Kurang Manis?”

Dear Europe

Dear Europe

What should I do, where should I go? 
Where should I fly, how should I try? 
Should I take one step forward, should I hold one step behind?
Oh, how afraid I am of the future

Knowing nothing except fighting
Just making sure I’m not doing nothing
Because I know there must be something
Something powerful beyond everything

I can no longer assume nor expect things
As I am only doing what my hands are able to,
My heart directs me to what tomorrow brings 
Doing the best for my part 

Do the best, Suci, do the best
Then, let the Almighty do the rest

~Suci
Continue reading “Dear Europe”

20. Terakhir

Terlepas dari segala ekspektasi dan impresi terhadap apapun yang ditulis di sini dalam 20 hari ini, semoga kita tidak berhenti jadi pembelajar. Maaf atas segala kekurangan..

Selamat menikmati sepuluh malam terakhir Ramadhan..

London, 20 Ramadhan

Suci Fadhilah

19. Agar Tetap Sehat di 10 Hari Terakhir

19. Agar Tetap Sehat di 10 Hari Terakhir

“Verily! We have sent it (this Qur’an) down in the night of Al-Qadr. And what will make you know what the night of Al-Qadr is? The night of Al-Qadr is better than a thousand months therein descend the angels and the ruh (Gabriel) by Allah’s permission with all decrees, peace! Until the appearance of dawn.”
(Q.S. Al-Qadr.: 1-5)

GAWAT! Ramadhan sudah akan segera masuk 10 hari terakhirnya. Katanya, saatnya memaksimalkan ibadah sebaik-baiknya. Karena di 10 hari terakhir inilah ada si malam lailatul Qadr. Hari ini, jadwal saya baca satu artikel dari Productive Muslim tentang bagaimana agar tetap sehat di 10 hari terakhir Ramadhan [1]. Saya rangkum di sini ya, semoga bermanfaat 🙂

Continue reading “19. Agar Tetap Sehat di 10 Hari Terakhir”

18. Do’a Dimudahkan Urusan dan Kelapangan Dada

18. Do’a Dimudahkan Urusan dan Kelapangan Dada

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

(Q.S. Al-Kahfi: 10)

Ya Allah, lapangkanlah dada kami dalam menerima ketetapan-Mu di atas usaha dalam urusan-urusan kami.

Continue reading “18. Do’a Dimudahkan Urusan dan Kelapangan Dada”