Kemarin malam, London bergejolak lagi. Tiga insiden terjadi di tiga tempat berbeda hampir bersamaan. Padahal, belum kering luka bekas kejadian pengeboman di Manchester tempo hari. Pun juga kejadian teror di Westminster belum genap tiga bulan lalu.

Sebagai seorang manusia biasa, rasa takut menggeliat di tubuh saya. Betapa tidak, baru tadi siang saya melewati salah satu lokasi kejadian, London Bridge. Merinding. Cemas. Khawatir.

***

“Rasa takut, sebagaimana cinta, rindu, benci, sebal, kesal, senang, malu, bahagia, dan sebagainya adalah anugerah-Nya yang tak bisa diminta ataupun dielakkan.”
– Tatty Elmir, Happy Lucky Traveler, p185

Saya teringat salah satu catatan Bunda Tatty Elmir (Founder Forum Indonesia Muda) dalam bukunya Happy Lucky Traveler yang baru selesai saya baca sekitar satu minggu yang lalu. Catatan tersebut ditujukan kepada anak perempuan beliau yang saat itu akan ikut serta dalam aksi Global March to Jerusalem, aksi solidaritas untuk Palestina. Beliau menggambarkan begitu besarnya ketakutan yang dirasakannya untuk melepas putrinya ke sana.

Bunda Tatty Elmir memaparkan bahwa soal rasa takut, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengusirnya:

  1. Cari tahu segala sesuatu terkait hal yang kita takutkan. Cari tahu sumbernya. Apa sebenarnya yang membuat kita takut?
  2. Hadapi, ikuti permainannya.
  3. Lawan, karena takut itu harus ditundukkan. Jika takut, lakukan!
  4. Jadikan Kawan, dekati Sang rasa takut, temukan sisi positif yang bisa membuat kita bertumbuh bersama Sang rasa takut
  5. Bersiap, jika takut jatuh bersiaplah dengan mempelajari banyak cara agar tidak jatuh.
  6. Ikhlas, berserah diri, dan tawakal. Karena ketakutan tertinggi pada setiap makhluk bernyawa adalah KEMATIAN. Padahal, mati adalah hal yang pasti akan dihadapi setiap orang. Dan satu-satunya yang punya ketentuan soal mati kita adalah Allah. Maka, pasrahkanlah segalanya pada Allah.

Katakanlah, sesungguhnya sholatku, ibadahku,hidup, dan matiku hanyalah untuk ALLAH, Rabb semesta alam”
– Q.S. Al-An’am: 162

Maka, mintalah perlindungan dan penjagaan Allah.
Ada keluarga, mereka, yang menanti dirimu pulang di rumah tanpa kurang suatu apa pun.

“… kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun caranya, maut PASTI akan menjemput. Tidak hanya di tanah Palestina, tapi juga bisa terjadi saat kita tertidur lelap di atas tilam empuk di kamar yang nyaman.”
– Tatty Elmir, ‘Menyoal Rasa Takut Kita’, p189


Saya memohon do’a tulus dari teman-teman semua atas beberapa insiden yang terjadi di London (dan juga UK) beberapa waktu ini. Bukan hanya banyaknya nyawa yang harus menjadi korban, tapi insiden teror ini kembali mengatasnamakan Islam, di kota yang sudah begitu welcome kepada Muslim. Di bulan mulia ini, semoga Allah senantiasa menjaga kita semua. Allahumma aamiin…

London, 8 Ramadhan
Suci Fadhilah
#onedayoneayat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s