Siapa tak suka makan gorengan? Makanan yang tampak sederhana, murah, tapi enak luar biasa. Apalagi yang namanya tahu isi. Di rumah saya, kami punya kebiasaan berbuka dengan goreng-gorengan. Tahu isi akan selalu jadi yang punya komposisi paling banyak, disaingi oleh pisang goreng, bakwan, molen, dan terakhir tempe goreng. Dengan modal 10-15 ribu rupiah dan minta tolong  adik belikan ke depan komplek, panganan ini sudah siap disantap.

Ketika di Depok, kondisinya juga tidak jauh berbeda. Walau harga gorengannya sedikit lebih mahal, tapi kemudahan mendapatkannya masih bisa dijamin dalam hitungan menit.

Tapi di London, ceritanya berbeda.

Sudah lama saya kangen makan gorengan, terutama tahu isi. Akhirnya, saya niatkan piket masak bersama hari ini untuk membuatnya.

Saya perlu pergi ke China town dulu untuk mendapatkan si tahu cokelat. Jarak rumah dan China Town sekitar 45 menit naik bus dan kereta. Harganya £1.85 untuk 11 biji tahu. Setelah tahu sudah di tangan, kita perlu membuat si isinya. Berbekal toge dan wortel, tumisan isi tahu perlu dimasak setidaknya 30 menit sampai benar-benar matang. Selanjutnya, si tahu kemudian dibelah dan diisikan tumisan sayuran itu satu per satu. Proses pengisian ini tadi sampai dilakukan oleh tiga orang lho! Selesai diisi, dilanjutkan dengan membaluti dengan adonan tepung, dan kemudian digoreng deh.

Waw, untuk mendapatkan si gorengan tahu isi, setidaknya tadi kami perlu 2.5 jam membuatnya..

Sampai waktu berbuka tiba, saya bisa merasakan sang tahu menjadi berkali lipat lebih lezat rasanya (terlepas dari fakta bahwa sepertinya perlu ditambah garam selayang) karena proses yang nggak sebentar mendapatkannya. Aah.. I will never take you for granted anymore, tahu isi..

Alhamdulillah…

So which of the favors of your Lord would you deny?
(Q.S. Ar-Rahman: 13)

Maka, mari hargai hal-hal kecil di sekitar kita. Hal-hal yang tampak biasa, tapi ternyata akan sangat kita rindukan jika tidak ada. Sesuatu yang bisa kita dapatkan dengan mudah, atau yang selalu ada sampai benar-benar hilang.

Selamat bersyukur selalu 🙂

London, 2 Ramadhan
Suci Fadhilah
#onedayoneayat

Advertisements

4 thoughts on “2. Petuah dari Sang Tahu Isi

  1. hahaha aku nanti mau bikin risol kampung sendiri. padahal singapore sejam doang dari Jakarta tapi ga ada risol kampung :(((( gakmau yang pake telor sama mayonnaise, ini cari yang isi bihun sama wortel tumis doang. selamat berpuasa di negeri orang suci 🙂

    1. Aaaaa semangaat kak Firaa!
      Iya iya, di Singapore model gorengannya Chinese Fish Ball dan Curry Puff ya kaak?
      Selamat berpuasa di negeri orang juga kak Fira 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s