Rindu

London, 18.31 GMT

Hidupku berubah sejak menjejakkan kaki di negeri ini.
Sisi introvert-ku menang banyak.
Kamar jadi tempat paling nyaman.
Aku benci ramai.
Duniaku yang meluas ternyata juga bisa menimbulkan banyak ketakutan.
Aku mengungsikan diri dibalik rak-rak buku, mencari duniaku.

Iya, aku rindu.
Rindu lingkaran yang menumbuhkan.
Lingkaran orang-orang “gila” yang sibuk memikirkan urusan orang banyak.
Orang “aneh” yang hobby-nya memikirkan masalah.
Memikirkan masalah bukan untuk dicela, tapi untuk dicari solusinya.
Yang obrolannya adalah “bagaimana kalau begini? bagaimana kalau begitu?”
Yang tidak takut dengan ide, tidak takut dengan revisi, tidak mudah berhenti.
Bekerja berjam-jam untuk menjadi bermanfaat untuk orang banyak..

Aku rindu.

Mungkin kini, fase hidupnya memang berbeda.
Dan aku harus bersabar, menghargai proses..
Karena dengan puluhan reading list ini, aku juga sama berjuangnya.
Untuk tujuan yang sama untuk bisa bermanfaat, insyaaAllah.

Di suatu sudut di perpustakaan daerah London,
Suci Fadhilah

Advertisements

4 thoughts on “Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s