Iya, di sini saya belajar dengan metode flipped classroom. Kalau ada yang belum tahu, flipped classroom adalah sebuah metode pembelajaran yang mem-’flip’/membalik aktivitas pertemuan langsung antara pengajar-pembelajar dan aktivitas saat di rumah. Jika biasanya materi di sampaikan penuh di kelas dan PR/tugas dibawa dan dikerjakan di rumah, dalam flipped classroom, yang terjadi adalah sebaliknya: materi akan secara penuh disampaikan dan diberikan di luar kelas (jika memanfaatkan teknologi digital, maka biasanya materi akan diberikan secara online di suatu learning management system) sedangkan pertemuan di kelas akan lebih banyak aktivitas diskusi kelompok, latihan, dan quick review/penjelasan suatu materi yang terasa paling banyak issue-nya/sulit. 

Pertemuan langsung di kelas kedua modul yang saya ambil di sini hanya satu kali dalam dua minggu :”) Dua modul ini bergantian setiap minggunya. Jadi jika pada minggu pertama kuliah saya ada pertemuan di kelas untuk modul A, maka minggu depannya untuk modul B. “Wah nyantai sekali kuliahnya!” Hehe, selain tatap muka, kami masih ada sekitar 8-10 aktivitas lain yang dilakukan di Moodle (online learning management system). Jadilah kebanyakan aktivitas yang saya lakukan kembali tidak jauh-jauh dari laptop :”)

Metode flipped classroom ini masih sangat jarang diterapkan di Indonesia. Di UCL sendiri sepertinya baru dua program di departemen saya saja yang menerapkannya. Program saya ini juga sebenarnya belum bisa dibilang sudah 100% flipped juga sih, karena masih ada presentasi review materi sekitar 10 menit gitu oleh tutor (di sini kami menyebutnya tutor, bukan lecturer/dosen).

Saya ingin sekali menuliskan lebih detil mengenai penerapan metode ini yang saya alami selama di UCL, terutama soal lesson learned-nya. Insyaa Allah akan update lagi postingan ini, bisa via postingan biasa seperti ini atau lewat rangkaian cerita di #PostcardsFromLondon. Saya menulis ini karena sedang butuh switch dari tenggelam menulis dan membaca yang lain di tab sebelah #eh  Doakan tugas-tugas saya bisa cepat selesai yaa :”) *inti post-nya sebenarnya minta didoain*.

*banyak yang tanya Suci ambil kuliah apa di UCL (ada yang nyangka ambil Machine Learning, UX, HCI, dsb). Itu ya jawabannya :”)

-bersambung-

3 thoughts on “Ups and Downs with Flipped Classroom (Prolog)

  1. Wah, sepertinya seru, ya, Suci, pengalaman belajar di sana. Aku menunggu penjelasan lebih lanjut soal flipped classroom-nya. Beberapa waktu yang lalu pernah baca-baca soal metode itu, dan ingin coba menerapkannya ke mahasiswaku tapi masih ragu karena belum paham :”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s