Whitechapel, Oktober 2016

Postcard lagi, ri?”
Hehe, iya, Mbak.”
“Kamu tuh ya, sekarang itu sudah ada banyak aplikasi chat, email bisa diakses 24/7, kalau mau ngobrol tinggal free call saja kok ya masih mau susah-susah nulis postcard, capek-capek ke kantor pos, belum lagi harga perangko ‘kan nggak murah.”
“Hehe. Iya sih, Mbak.”, ujarku sambil masih berkutat dengan kartu pos terakhir yang akan kukirimkan.
“Memangnya kamu itu nulis buat siapa sih? Ini sudah ketiga kali aku lihat kamu menulis minggu ini, sering banget.”
Jemariku terhenti sejenak mendengar pertanyaan Mbak Lisa. Aku alihkan pandanganku ke matanya yang sedari tadi memperhatikanku. Aku menjawabnya hanya dengan sebuah senyum. Aku kemudian bergegas meraih jaketku, sudah saatnya berangkat.

“Ruri..”, suara Mbak Lisa lirih memanggilku yang sudah membelakanginya.
“Kamu nggak boleh begini terus.. Kita pulang, yuk. Akhir tahun ini Mbak dapat cuti dan bisa nemenin kamu pulang. Kita cari udara segar ya, Ri.”

Aku bergeming.

“Ruri pergi dulu, Mbak. Assalamu’alaikum..”
Wa’alaikumsalam..”

***

photo630657794016651394
Holborn Circus Bus Stop (dok: sucifadhilah) *

Oktober belum selesai di musim gugur ketigaku di sini. Namun udara dingin sudah kembali tidak bersahabat. Mungkin, tahun ini adalah tahun terdingin yang akan aku lewati. Di saat dingin begini, bus tingkat dua khas negeri ini adalah tempat favoritku. Aku bisa bergerak berpindah ke suatu tempat tanpa perlu merasa kedinginan, sambil tetap bisa melihat pemandangan sekitar, tanpa ada satu pun orang di sekelilingku memerhatikan apa pun yang sedang aku kerjakan. Seperti saat ini, saat aku menatap satu per satu kartu pos yang sudah kutilisi sejak tiga hari yang lalu.

Pertanyaan Mbak Lisa masih terngiang di kepalaku, memunculkan sebuah perasaan yang sebenarnya tak mau aku ingat bersamaan dengan niatku pagi ini mengirimkan kartu-kartu ini.

Mbak Lisa tidak pernah tahu, bahwa sebenarnya di antara kartu-kartu ini, ada yang tidak pernah bisa dikirimkan. Ada, yang tidak pernah berhasil terkirimkan.

Dan itu tidak hanya satu.

“Maaf, Kak. Saya nggak bisa.”

Seketika memoriku berpindah seperti menaiki mesin waktu.
Delapan tahun yang lalu.

***

*Bus adalah salah satu moda transportasi yang paling sering digunakan oleh masyarakat London. Walaupun rute perjalanan yang harus ditempuh lebih panjang, kita bisa melihat sekeliling kota London dengan jelas, apalagi jika kita mengambil tempat duduk di tingkat dua Bus yang bertipe Double Decker (yap, tidak semua Bus di London jenisnya Double Decker. Ada juga yang hanya satu tingkat). Selain itu, ongkos untuk naik bus juga sangat murah. Hanya £1.5 sekali jalan, dan gratis sepanjang hari setelah tiga kali perjalanan (jadi maksimal biaya naik bus dalam satu hari hanya £4.5).



Iya, Mahasiswa Master juga bisa lelah menulis essay dan meratapi Moodle.
~Suci.

Sejak memulai studi di London September 2016 lalu, saya mulai kedatangan beberapa pertanyaan mengenai bagaimana kehidupan sebagai mahasiswa di sini. Selain itu, saya juga ditanya mengenai perjalanan aplikasi universitas dan beasiswa. Postcards from London adalah sebenarnya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tadinya, saya ingin melanjutkan post sharing berseri yang sudah saya mulai beberapa waktu lalu. Namun, saya mengubah konsepnya agar lebih menyenangkan untuk dinikmati oleh orang banyak. Semoga, cerita berseri ini dapat dinikmati sambil sama-sama mengupas perjalanan study abroad tanpa menggurui ala-ala tips dan trik yang saya pun sebenarnya tak punya. Kontennya akan memuat cerita dari awal pencarian universitas dan beasiswa, persiapan keberangkatan, gambar-gambar “tidak jelas” saya, dan sebisa mungkin juga saya lengkapi dengan jepretan-jepretan amatir saya di London dan sekitarnya.

Selamat menikmati, dan doakan semoga konsisten ya🙂

London, 29 Oktober 2016
Satu hari sebelum perbedaan waktu London-Jakarta menjadi 7 jam lamanya,
Suci Fadhilah.



2 thoughts on “Postcards From London: A Prologue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s