Musibah dan Profesi Kita

Hari ini, sebuah musibah terjadi dekat sekali.

***

Sejak minggu lalu, di rumah sedang ada pekerjaan tukang yang melibatkan sebuah mesin besar dan besi-besi berat yang dipasang di teras kecil rumah kami. Berhubung belum tiga hari di rumah, saya belum banyak berinteraksi dengan mas-mas tukang yang bekerja, paling-paling hanya saat mengantarkan kopi pagi dan siang. Ada tiga orang mas-mas yang membantu pekerjaan kami: Kang J, Mas I, dan Bang O. Hari pertama mengantarkan kopi, saya baru tahu bahwa kopi yang saya buat terlalu pahit. Hari kedua mengantarkan kopi (siang ini), saya malah lupa membawa balik gelas kotor kopi pagi.

Belum sempat banyak berinteraksi dengan akang, mas, dan bang tersebut–ditambah belum berhasil bikin kopi yang oke, hari ini, sebuah musibah yang tidak diinginkan terjadi: mesin besar seberat 200 kg yang dipasang menggantung di teras kami itu jatuh dari kaitnya (dan diketahui juga rantainya pun terlepas) saat para mas-bang-kang beberes pulang sore ini.. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, dahi Bang O terluka cukup dalam karena terkena sedikit ujung mesin yang jatuh itu, sedangkan Kang J yang berusaha menghindari mesin yang jatuh kepalanya membentur lantai dan gelas di belakangnya hingga mengalami pendarahan cukup parah di kepalanya..

Alhamdulillah mas I bisa menghindar dan selamat sehat tanpa luka suatu apa pun. Namun, ia tetap saja cukup shock. Saat mesin tersebut terjatuh, suara ‘gedebum’ besar hebat terdengar sampai ke baris ujung komplek rumah kami. Semua orang langsung berkumpul bertanya ada apa. Saya dan Ridho langsung bangkit dari bacaan kami masing-masing, Ibu sedang di luar berbincang dengan bude tetangga depan rumah–dan beberapa ibu-ibu tetangga sebarisan rumah kami juga langsung panik mencari pertolongan. Semua berhambur keluar: Bang O dan Kang J segera dilarikan ke Rumah Sakit.

***

Ayah sepulang dari kantor langsung ke rumah sakit. Kami menunggu kabar di rumah. Mas I–yang masih tetap sangat bertanggung jawab merapikan pekerjaannya hari itu, bahkan melap tetesan-tetesan darah di lantai :” (ya Allah mas ya kok kalo saya udah nggak ngerti lagi itu gimana)–kemudian menelpon keluarga Kang J dan Bang O. Sambil terus berkirim kabar, kami juga mendengar banyak cerita dari Mas I.

“Sudah 3 tahun mbak kerja begini–profesinya sebagai tukang.”, jawab Mas I terhadap pertanyaan saya. “Ya memang begitu risikonya. Ini, salah satunya sudah pernah kejadian juga”, lanjut beliau sambil menunjukkan jari kelingkingnya. “Sudah putus, mbak, diamputasi, ketimpa mesin dulu.”

Ya Allah :” Sudah kerjanya berat sekali, risikonya besar juga.. Padahal uang yang dihasilkan, mungkin tidak sebanding.

Saya jadi malu–yang saat di lab dulu pekerjaannya duduk manis di depan komputer di ruangan ber-AC, masih beberapa kali kedapatan mengeluh karena laporan kemajuan yang perintilannya banyak sekali. Malu sekali.. Betapa banyak profesi yang penuh risiko di dunia ini. Dan Suci, masih mengeluh karena hal-hal kecil.

Sudahkah kita bersyukur dengan profesi kita saat ini? Sudahkan gaji kita, penghasilan kita, disalurkan pada pos-pos yang benar dan bermanfaat?

***

Saat ini, Kang J masih menunggu MRI kepalanya. Alhamdulillah beliau dalam keadaan sadar. Beliau adalah satu-satunya penopang hidup keluarganya–istri dan ketiga anak perempuannya yang masih kecil. Bang O sudah bersama keluarganya juga, sudah mendapat penanganan jahitan untuk luka di dahinya. Mohon do’anya ya kawan, semoga beliau-beliau segera diberikan kesembuhan, dan kejadian ini bisa diambil pelajarannya oleh banyak orang. Allahumma aamiin..

“Berhati-hati itu wajib, bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita–yang menunggu kita pulang, yang menunggu sapaan hangat kita, selamat pagi kita, senyum kita, hadirnya kita.” 

Kepada istri Kang J yang sedari tadi menangis..
Terima kasih untuk kekuatannya hari ini. Yang sabar ya..
Allah bersama kita.

Bandar Lampung,
H-10.

 

3 thoughts on “Musibah dan Profesi Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s