Mimpi

Saya biasa bicara soal mimpi. Tapi kali ini, saya sedang tidak ingin menulis tentang mimpi dalam konteks cita-cita, harapan, target, dan angan itu, tapi ingin bicara soal mimpi dalam konteks mimpi yang kita alami saat tidur.

Saya tidak tahu sebenarnya bagaimana hukumnya menceritakan mimpi, baik mimpi indah maupun mimpi buruk.  Ada yang bilang, mimpi tidak boleh diceritakan, nanti jadi kenyataan, jadi yang baik saja yang boleh diceritakan. Tapi, ada yang bilang juga sebaliknya: justru yang baik jangan diceritakan, supaya jadi kenyataan. Entahlah. Saya sendiri bukan orang yang percaya hal-hal seperti itu. Tapi, jika saya usai istikharah, biasanya saya cukup aware dengan mimpi yang saya dapat, terutama jika mimpi tersebut punya suatu ‘kekuatan’ yang tiba-tiba aja gitu bikin hati jadi yakin (atau malah ragu) akan sesuatu. 

***

Ceritanya, semalam saya mimpi buruk. Berhubung baru pulang agak malam padahal ada beberapa hal yang harus dikerjakan, saya baru bisa beranjak tidur di atas jam 1.30 malam. Lalu, sepertinya baru bisa benar-benar ketiduran di atas jam 2.

Ketika sampai di fase REM tidur saya, mimpi seperti ini lah yang saya lihat:

Setiap orang punya orang-orang penting dalam hidupnya.
Saya saat itu entah kenapa mengenakan sebuah seragam setelan blazer dan rok yang sepertinya berwarna abu-abu (walaupun sebenarnya menurut sebuah riset, dalam mimpi kita tidak benar-benar bisa membedakan warna, ‘warna’ hanya sebuah persepsi kita saja ketika di dalam mimpi). Saya mengenakan tas ransel, dan sedang berdiri di depan gerbang sebuah sekolah. Setelah berhasil mencerna pemandangan sekitar, tiba-tiba ada seseorang yang saya sangat kenal melintas di depan saya, sebut saja si teman.

Saya kemudian berlari mendekat kemudian menyapanya. Dia menyapa saya balik, namun dengan raut muka yang sangat terkejut. Kemudian ada orang lain yang tidak saya kenal menghampiri kami, menyapa si teman, tapi tidak menyapa saya. Si teman menyapa balik orang ketiga tersebut, tapi tidak mengenalkan saya padanya. Saya heran. Kemudian si teman pamit pergi dari si seseorang, tanpa berkata apa-apa pada saya. Saya kaget dan mengejarnya.

Berhubung kita pasti tidak pernah bisa mengingat detil mimpi kita, saya pun tidak ingat persis kejadian setelah itu, yang saya ingat hanya ternyata.. di mimpi saya tersebut, saya sudah jadi sekadar kenangan si teman. Saya seperti layaknya sebuah arwah yang sedang gentayangan, hanya si teman lah yang bisa melihat saya.

Haduh, ini mimpi seram sekali. Nyaris ingin menangis rasanya.

Pernah kan kita bermimpi kemudian di dalam mimpi itu sendiri, kita sadar bahwa kita sedang bermimpi? Saya pun begitu. Saat melihat mimpi tersebut semalam, saya yakin ini mimpi. Saya bilang ke diri saya “ayo bangun, ayo bangun”, tapi tidak juga bisa bangun. Badan saya pun diam mematung tidak bisa digerakkan. Nihil, saya tetap bermimpi seperti itu sambil terus berusaha membangunkan diri sendiri. Dada saya sesak, badan saya seakan lumpuh, rasanya ingin berteriak “suci bangun, suci bangun!!” tapi tidak bisa dan terus melihat mimpi yang saya sangat tidak ingin lihat.

Dan ternyata saya baru tahu, yang demikian itu namanya Sleep Paralysis. Dan ternyata ini loh yang disebut orang-orang sebagai ‘ketindihan’ itu. Kondisi di mana kita bangun saat tubuh kita sebenarnya sedang ‘dilumpuhkan’ sementara dalam sebuah fase tidur. Iya, seumur-umur baru kali ini. Biasanya, kalau mimpi buruk ya mimpi buruk aja, terus bangun aja..

Ini pengalaman yang cukup traumatis buat saya. Rasanya tidak nyaman dan tidak enak sekali. Saya terbangun sekitar jam 2.45 pagi, yang berarti saya baru saja tidur sekitar setengah jam. Terbangun karena mimpi buruk selalu membuat saya jadi susah tidur setelahnya.

Katanya, ketindihan tersebut terjadi karena kita kurang tidur, atau sedang dalam kondiri yang sangat lelah. Jadi, gelombang otak tidak berjalanan sesuai fase yang seharusnya ketika kita tidur. Jadilah kita terbangun tiba-tiba ketika tubuh kita masih ‘dilumpuhkan’ sementara. Dan katanya juga, biasanya terjadi jika seseorang tidur dalam posisi terlentang.

Huah, semoga besok-besok terhindar dari yang seperti ini lagi. Jangan lupa baca do’a dan nggak mikir ke mana-mana sebelum mau tidur. Harus kembali ke jadwal tidur nyenyak menyenangkan selama di rumah.

Ternyata bahkan urusan tidur ini penting ya untuk dijaga demi menjaga kondisi tubuh kita. Ohya anw, ada yang tahu kalau mimpi seperti saya semalam itu jadi sebuah pertanda apa? Ah, entahlah, semoga bukan sesuatu yang buruk. Mengimani yang ghaib, bukan yang mistis.

Semoga malam ini, mimpinya lebih baik. Aamiin.

 

3 thoughts on “Mimpi

  1. Icuss, ame sering mengalami hal yang serupa. Justru ame udh baca doa lengkap Al-Ikhlas, An-nas, Al-Falaq, Ayat Kursi, sama doa sebelum tidur. Sekali mau tidur, baru beberapa menit, ame udh kena sleep paralysis. Dan ame mimpinya lbh mengerikan ci, mainnya fisik di dalam mimpi. Ame kebangun, tidur lagi, kena lgi dst. Sampe akhrnya tangan ame memegang Al-Quran ci… Alhamdulillah setelah it ame disuruh banyaj ngaji di kamar. Soalnya kamar ame itu baru di bangun jdi kamar. Sebelumnya cuma kayak perkaran halaman rumah gt. Cuma kadang masih ada masa dimana ame kena kejadian kayak gni lg ci. Kalo udh kayak gt, ame langsung minum air putih. Abis kata Ayah, bisa jadi tenggorokannya seret *padahal itu alasan Ayah aja supaya ame ga takut hehehe. Kalo udh kayak gt, ambil wudu, ngaji. Tersiksa banget kayak gt emg ciii…

    1. Semoga ita terhindar dari kondisi seperti itu lagi ya Ame.. Aamiin.. Ohya me, kalo dari yang gw baca, posisi tidur juga memengaruhi. Katanya, supaya nggak kena sleep paralysis, jangan tidur terlentang. Emang paling bener ya ajaran Nabi untuk tidur menghadap ke kanan.. :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s