2. Counterfactual Thinking

Dalam ilmu psikologi, ada sebuah term yang cukup menarik, counterfactual thinking. Counterfactual thinking adalah kondisi saat kita sedang membayangkan skenario ‘seandainya’ yang terjadi adalah hal lain yang berbeda, bukan hal yang benar-benar sudah terjadi. Contohnya, kita menemukan satu soal yang tidak bisa kita jawab saat ujian, kita pun berujar seandainya semalam kita menyempatkan diri membaca satu bab yang tertinggal itu, atau bertanya pada teman, kita pasti bisa mendapatkan nilai yang jauh lebih baik. Atau, seperti film Final Destination, seandainya sang tokoh utama tidak memutuskan turun dari pesawat tepat sebelum lepas landas, pastilah dia sudah tak lagi bernyawa saat itu.

Katanya kondisi ini, surprisingly, ternyata adalah hal yang normal dan biasa pada diri seorang manusia. Dan aku, sering sekali melakukan hal ini. Tujuannya? Kebiasaan ini adalah salah satu caraku untuk mengingatkan diri untuk selalu bersyukur. 

Jika dulu tidak masuk IC, siapa lah Suci pada hari ini. Masih jadi anak perempuan rumahan yang kerjaannya sekolah-pulang-baca buku-nonton kartun.

Jika dulu tidak setengah mati menghilangkan trauma jadi ketua OSIS, apa lah Suci pada hari ini, tidak bisa kembali belajar untuk memimpin, minimal memimpin diri sendiri.

Dan jika jika yang lain.

Setiap cerita selalu memiliki kesan sendiri ketika  didengarkan dan diputar kembali. Selalu ada celah untuk bersyukur dengan apa yang sudah digenggam saat ini. Selalu dibutuhkan waktu yang tak sebentar untuk bisa berdamai dengan cerita-cerita yang kurang menyenangkan. Selalu ada semangat untuk bisa hadir, menikmati, dan menjalani hari ini. Selalu ada usaha dan do’a untuk harapan-harapan di masa depan.

Selama kita yakin dan percaya bahwa ini adalah yang terbaik dari-Nya, kita tidak akan pernah menyesal. Iya, kita akan selalu tersenyum mengenang momen-momen yang telah mengkristal di long-term memory kita.

Counterfactual thinking membuat kita lebih memaknai hidup dan bersyukur, juga membuat kita belajar dari kesalahan di masa lalu.”
– Natassa, Ika. The #PollStory. p42

Betapa, banyak sekali hal di dunia ini yang ada di luar kuasa kita.
Dan kepalaku mulai menjadi sangat pusing malam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s