Jangan bilang kalau kamu jagoan, kalau bisanya cuman badung doang
Jangan bilang kalau kamu jagoan, kalau bisanya usil dan keroyokan

Jangan bilang kalau kita pengecut, kalau kita nggak suka tawuran
Jangan bilang kalau kita ini basi, kalau kita menang adu pinter

Aku pengen kayak jenderal kancil
Jagoan pintar punya akal segudang
Suka menolong teman
Walau kadang dia yang sial

Aku pengen kayak jenderal
Kalau ada musuh dia s’lalu dilibas
Jurus andalannya, berkelahi pake akal

Sepenggal lagu favorit di masa kecil Suci dulu, Jenderal Kancil. Bagus banget ya lagu anak-anak jaman dulu..

***

Setelah resmi lulus dari Fasilkom UI, satu dan beberapa hal mulai membuat saya lebih banyak berpikir dari biasanya (dulu aja udah kebanyakan mikir ya Suci mah? Ya gitu deh). Pekerjaan pertama, gaji pertama, hidup yang mulai memiliki rutinitas 9-5, keinginan-keinginan untuk tetap bisa aktif berkontribusi di ranah lain, keinginan untuk tetap bisa ada, kerinduan dengan teman-teman lama, keinginan untuk bisa lebih sering pulang, financial planning, mimpi untuk S2, jenjang karier, sampai urusan yaa yang kekinian di kalangan manusia 20-an *you-know-what.

Di awal-awal bulan pasca kelulusan, semua masih berjalan apa adanya. Saya menikmati setiap hari penuh kejutan, iya, ada saja ceritanya. Sampai suatu hari, saya kembali mengkomunikasikan kepada Ibu keinginan saya untuk lanjut S2. Tanpa ekspektasi apa pun: “Iya, bu. Kalau beasiswanya LPDP wajib pulang ke Indonesia kok, bu. Kalau kuliahnya di Inggris malah cuma satu tahun lho. Jadi nggak lama-lama uni S2nya.”. Terkejut, Ibu tiba-tiba bilang: “Kalau cuma setahun, boleh deh.”.

Iya, golden ticket izin orang tua akhirnya alhamdulillah sudah saya kantongi.. Dan negaranya nggak main-main: Inggris.

Sejak golden ticket itu turun, hidup saya mulai berubah. Mimpi-mimpi lama pun mulai kembali naik ke permukaan. Target-target, rencana-rencana, kembali tercorat-coret di agenda kesayangan.

20160126_113127.jpg
Agenda 2016 Suci

Tapi, ternyata izin S2 ini malah bikin saya makin sering nggak bisa tidur.

“Memang mau jadi apa nanti setelah lulus S2?”
“Memang benar-benar minat di bidang itu?”
“Memang kuat tinggal di negara barat nun jauh di sana dan clueless banget gitu?”
“If I had to go? Will everything be okay?”

Dan sebagainya dan sebagainya. Ada masanya di mana pertanyaan-pertanyaan ini benar-benar bikin saya nggak fokus di lab. Begitu.

Mulai lesu lemah lunglai, dan semacamnya. Bangun pagi menjadi PR setiap hari, yang harus diset tajam-tajam goalnya sehari penuh. Kalau sudah mager di pagi hari, maka pertanda akan banyak yang terlewat di hari itu. Saya mulai aneh dengan beberapa hari pernah meninggalkan jurnal harian. Ah, apa sih ini.

Apakah menjadi dewasa itu menjadi seperti ini?

***

Lalu apa hubungannya postingan ini dan Jenderal Kancil? 

Terlepas dari Suci yang mulai belajar membaca buku-buku non-fiksi dan membaca artikel-artikel self-hack, ada yang saya sangat tidak ingin hilang meskipun saya telah jadi dewasa muda: semangat anak-anak yang saya punya. Quarter Life Crisis mereka bilang, tapi Suci tetap tidak ingin kehilangan cerita menyenangkan di setiap harinya. Biarlah mereka bilang Suci terlalu lugu atau apa. Saya hanya tidak ingin kehilangan idealisme-idealisme, hal-hal yang tidak bisa dikompromikan, semangat belajar, dan pagi hari yang menyenangkan. Jangan sampe kelamaan mikir dan berteorinya.

Seperti hari-hari dulu, saat malam hari saya diisi oleh serial Jenderal Kancil🙂

Sampai saat tulisan ini dibuat, Suci alhamdulillah sedang menunggu CAS untuk pembuatan visa ke UK, menikmati proses mencari tempat tinggal supaya tidak menggelandang di London, dan menyelesaikan apa-apa yang nantinya akan ditinggalkan.. Alhamdulillah, berkat doa dan bantuan banyak orang, semua prosesnya dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah.

Ingat tujuan, luruskan niat, syukur, dan sabar.

Depok, 18 Ramadhan.
Suci, yang dulu ngefans banget sama Ratu Pelangi.

NB: Featured photo itu belum setahun sejak saya tamat SD (beberapa bulan setelah pakai Jilbab, belum pakai kacamata :”), bersama dua sahabat terdekat SD: Iin dan Mba Mumu. Foto oleh Mba Mumu.

2 thoughts on “Jenderal Kancil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s