Belajar

“Belajarlah untuk mengerti sesuatu. Bukan untuk tampak bagus di hadapan orang lain”
~katanya

Belajarlah untuk mengerti, untuk paham, untuk jadi bisa. Untuk nanti bergaul, mencari pengalaman, menulis thesis dan paper, membaca cerita-cerita menarik, untuk menjadi pendengar yang baik. Dan, untuk bisa belajar lagi dan lagi.

Bukan untuk sekadar lulus tes atau dapat skor tinggi.

Camkan itu Suci. Lamat-lamat.

4 thoughts on “Belajar

      1. Ohaha… Iya… Soalnya buat saya, nilai dalam tes pasti jadi parameter seberapa baik dan mengerti kita di mata publik. Dan ketika orang lain tahu, itu semacam value atau bargain kita untuk memberikan potensi kebaikan lebih kepada orang lain nantinya. Intinya biar diakui publik supaya dapat kebermanfaatan yang lebih besar.

        Nah, cuma yang esensial adalah niat. Oke kita ngejar ilmu dan nilai, tapi luruskan niat bahwa ingin dapet ilmu dan diakui publik itu adalah karena Allah (ribet ya? wkwk gitu Kak menurut saya). Tentu dengan cara-cara yang sesuai dengan norma yang berlaku, biarpun orientasinya keduanya, tapi nggak lepas dengan cara-cara syar’i (cieilah).

        Di tahap operasionalisasi atau teknis, ini bisa disesuaikan dengan cara kita belajar, misal, dengan mengetahui materi yang diujikan saat tes, jadi belajarnya bisa lebih fokus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s