WiFi Kosan dan Menghargai Waktu

Sepanjang kehidupan empat tahun perkuliahan, saya baru merasakan tinggal di kosan di semester terakhir.

Kosan saya namanya Griya Ilmi, lokasinya di daerah Kober, Margonda Raya. Katanya, Griya Ilmi adalah kosan favorit seantero kober. Sekali ada yang bilang akan pindah, langsung sudah langsung ada saja yang booking akan menggantikan.

Saya rasa wajar sekali. Fasilitas di sini oke banget untuk harga 600rb per bulan. Saya betah tinggal di sini. Apalagi..

Sekarang, fasilitas WiFinya yang dulu putus-nyambung dan suka php, sudah di-upgrade jadi super bikin betah lama-lama di kosan.

Perubahan ini jelas membahagiakan sekali. Saya nggak perlu lagi sengaja keluar untuk cari-cari WiFi kenceng (dan gratis) atau pulang malam dari lab. Nggak perlu nungguin koneksi WiFi stabil sampai tengah malam untuk hanya sekadar unggah dokumen. Tapi.. 

Saya jadi mulai suka menunda dan lengah dalam menentukan prioritas.

Dulu, saya hanya akan menggunakan WiFi ketika saya harus connect via laptop. Untuk hal-hal yang benar-benar penting. Saya harus sabar menunggu waktu-waktu tertentu. Karena itu, I value it (waktu dapat koneksi WiFi yang lancar) that much untuk mengerjakan hal yang benar-benar penting.

Sekarang, karena koneksi WiFi yang lancar jaya bisa saya dapatkan kapan saja, saya jadi lengah.

Contoh menunda: Suatu task tidak harus dikerjakan sekarang (walau harusnya bisa dimulai dikerjakan sekarang), karena jika dikerjakan sepuluh menit dari sekarang pun koneksi WiFinya akan tetap lancar jaya.

Contoh lengah dalam prioritas: Berlama-lama larut browsing. Toh, kalau setengah jam lagi saya unduh atau unggah emailnya juga tidak masalah.

Karena ini kasusnya WiFi kosan, semakin fleksibel juga penggunaannya. Mau tidur dulu guling-guling dulu baca yang lain dulu beberes dulu dst dst juga suka-suka saya..

Dan ini berbahaya.

***

Mungkin, ini lah kenapa manusia diperingatkan soal waktu luang (keluangan). Saat diuji dengan kesempitan (hal-hal yang terbatas, waktu yang terbatas), jangan-jangan manusia lebih bisa menghargai segalanya ketimbang mereka yang diberi kelapangan dan keluangan.

Dulu waktu SMA saya punya teman-teman sekelas selama dua tahun berturut-turut. Kelas bilingual gitu. Kita dulu berasumsi akan satu kelas selama tiga tahun. Sanking dekatnya, dan berasumsi akan bersama-sama dalam waktu yang lama, di akhir kebersamaan kami, kami baru sadar bahwa kami tidak punya cukup banyak foto atau dokumentasi kebersamaan kami.

Soal belajar juga begitu. Katanya, kita akan lebih bisa menjaga motivasi dan target belajar kita ketika kita memberikan jarak/interval yang cukup. Kalau kita tahu kita belajar setiap hari, di hari ke n kita akan cepat merasa cukup belajarnya, karena kita tahu bahwa di hari n+1 kita akan belajar hal yang sama lagi.

Dengan keluarga kecil kita juga mungkin begitu. Mereka yang anak daerah dan jarang bisa punya banyak waktu bersama keluarga mungkin akan menghargai waktu yang bisa mereka miliki dengan keluarga mereka ketimbang mereka yang tinggal di rumah plus punya banyak interaksi dengan keluarganya.

Padahal, soal waktu, siapa sih yang tahu bahwa kita masih akan punya waktu yang sama lagi esok hari? Atau bahkan satu detik setelah ini.

Apakah kamu bisa memastikan bahwa sesuatu yang kamu punya saat ini masih akan kamu punya esok hari? Apa bisa memastikan esok hari akan punya mood belajar yang sama dengan hari ini? Apa bisa memastikan besok ayah dan ibu kita masih ada di depan mata kita?

Bagaimana pun juga, dunia ini soal permulaan (pertemuan) dan akhir (perpisahan) ‘kan ya? Cepat atau lama waktunya untuk hal-hal atas nama takdir hanya Dia yang punya rahasianya. Tapi ingat, untuk hal-hal atas nama wajib kita usahakan, waktu tetap harus ada di kendali kita, jangan sebaliknya.

Pada akhirnya, mari menghargai setiap waktu yang kita punya. Setiap pertemuan yang kita punya. Setiap pekerjaan yang harus segera dimulai. Prioritaskan dan hargai.

Cherish every moment,

Jangan sampai menyesal🙂

Depok, 16 Februari 2016

Suci, yang sedang banyak melamun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s