Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban adalah dua hal yang saling berkaitan. Sebagai manusia, kita harus melaksanakan kewajiban kita terlebih dahulu sebelum menuntut hak kita. Kita juga harus mendahulukan kepentingan orang lain (orang banyak) ketimbang kepentingan pribadi ataupun kelompok kita.

Mengapa hak dan kewajiban adalah dua hal yang saling berkaitan?

Kewajiban seorang siswa adalah menghormati gurunya, sebagaimana hak seorang guru adalah dapat dihormati oleh murid-muridnya.
Kewajiban seorang ayah adalah memberikan nafkah kepada keluarganya, sebagaimana hak istri dan anak-anaknya untuk memperoleh nafkah yang layak dari seorang ayah.
Kewajiban seorang wakil rakyat adalah ‘mewakili rakyatnya’, sebagaimana hak rakyat adalah merasa ‘terwakili’.
Dan sebagainya dan sebagainya..

Nah, kemudian, perihal ‘sudah selesai melaksanakan kewajiban’ ini tidak bisa dilihat hanya sepihak dari si pelakunya saja. Karena keduanya saling berkaitan, menurut saya, seseorang bisa dikatakan ‘sudah selesai melaksanakan kewajibannya’ justru baru ketika (sese)orang yang menjadi objek kewajiban tersebut sudah merasa terpenuhi haknya. Nah loh.

Jadi begini.

Menurut saya, belum selesai seorang pemimpin melaksanakan kewajibannya memimpin ketika ada rakyatnya yang masih merasa belum terpenuhi hak-haknya. Belum selesai seorang developer ketika ada user yang merasa tidak terpecahkan masalah yang ia miliki dengan aplikasinya. Belum selesai seorang koki ketika penikmatnya merasa masakannya tidak bisa dimakan. Dan seterusnya.

Apa yang dirasakan dan dipikirkan kita dan orang lain kan tidak sama Suci, kita juga tidak bisa menyenangkan setiap orang…

Nah, maka dari itu…

“Melaksanakan kewajiban” bisa jadi bukanlah sesuatu yang terbatas waktunya. Bukan dengan kita sudah merasa melakukan kewajibannya kita, lantas selesai, kemudian kita bisa mulai menagih hak kita.

Semoga, kita senantiasa menjadi pribadi yang tidak pernah berhenti memberikan yang terbaik untuk sekitar kita.
Semoga, kita senantiasa menjadi pribadi yang ikhlas lagi bersyukur.
Semoga, ktia senantiasa terhindar dari sifat egoisme berlebihan seorang manusia…

Aamiin…

PS:
Maka Suci, belum selesai kewajiban menjaga kesehatannya, jika si tubuh masih merasa belum cukup bugar🙂
Aza Aza Fightingg!! ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s