Suci.

blog dipta

image

Namanya Suci. Orang yang bisa dibilang paling dekat selama 4 tahun di kampus ini. Dulu, kami saling kenal karena suatu kebetulan, “Kok kita sekelas terus ya”. Ah, mungkin bukan kebetulan. Semester 1 kami ditakdirkan duduk di kelas yang hampir semuanya sama, dan perjalanan dimulai.
Namanya Suci. Menurut dia, naya itu orangnya datar, banyak diemnya, walaupun kadang tidak jelas. Ia paham bahwa naya tidak bisa “so sweet” di dunia nyata seperti membawakan kue ulang tahun di pagi buta, atau membawakan selempang saat sidang, atau yang lainnya. Ia paham bahwa naya lebih suka bersuara lewat tulisan, berkespresi lewat aksara, dan semacamnya. Jadi, jika ia mendapati naya datar dan tidak sweet di dunia nyata, itu biasa.
Namanya Suci. Kami paham bahwa kami sungguh berbeda. Suci yang sisi ekstrovertnya muncul ketika kami bersama. Naya yang mau bagaimanapun akan membawa introvertnya yang kadarnya 97%. Suci yang hobinya gambar, naya yang hobinya nulis. Suci yang bisa…

View original post 93 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s