Yang Terakhir di Awal Tahun

Selamat Pagi :) 

Setiap orang, punya alasan dan dorongan hati yang berbeda-beda saat mereka memutuskan untuk menulis dan membagikannya lewat media yang bisa dibaca publik–blog salah satunya.

Ada, mereka yang memang menyatakan bahwa menulis adalah passion-nya. Lewat tulisan-tulisan mereka pula mereka mampu menginspirasi banyak orang. Saya kenal salah satu di antara mereka🙂

Ada, mereka yang menulis dengan fokus untuk berbagi. Baik berbagi ilmu maupun pengalaman. Karena menulis adalah salah satu cara untuk menyampaikan ide dan gagasan, juga katanya: menulis adalah membuat sejarah.

Saya pribadi tidak tahu sejak kapan saya mulai terbiasa menulis di blog. Yang saya sadari, saya mungkin terlalu suka bercerita dan mendengar cerita. Alhamdulillah, ada banyak orang baik di sekitar saya. Yang selalu bisa membagikan cerita-cerita kerennya, ataupun seringnya direpotkan oleh cerita-cerita saya. Nah, di saat saya berbenturan dengan sesuatu yang tidak bisa dibagikan dengan mereka, saat itulah saya membiarkan beberapa di antaranya tumpah di sini. Selama mengetikkan satu-satu kata di blog ini, rasanya bisa melonggarkan isi kepala dan melapangkan hati. Haha. 

Tapi kemudian beberapa waktu ini saya sadar (setelah banyak membaca kembali tulisan-tulisan yang lalu), terlalu banyak emosi di sana… Saat menulis mereka, sangat jarang sampai di pemikiran bahwa nantinya tulisan ini akan dibaca orang lain. Bahwa nantinya pada akhirnya yang saya bagikan adalah emosi. Ya, pada akhirnya jadi tidak baik juga.

Pasalnya, kebanyakan tulisan-tulisannya adalah tulisan yang hanya dimengerti oleh diri saya sendiri. Dalam satu post, saya bisa menulis untuk tiga sampai empat hal yang sedang mengganggu pikiran. Saat itulah saya sedang mencoba menghubungkan mereka dan mencari jalan keluar. Kebanyakan pada akhirnya adalah hanya berupa asumsi-asumsi pribadi. Akhirnya saya sadar bahwa, tulisan-tulisan ini bisa membuat siapa saja menciptakan asumsi-asumsi lain yang berbeda pula.

Menulis adalah saat dimana kita bicara dengan diri kita sendiri, sebuah monolog yang sama sekali tidak bisa diinterupsi oleh orang lain. Akhirnya saya jadi sadar juga, di saat saya terlalu banyak bermonolog dan tidak membagikannya dengan orang lain (secara personal, bukan lewat blog ini yang sebenarnya berarti membagikannya secara massal ke siapapun yang membaca blog ini), di saat itulah saya membiarkan diri saya sendiri tersesat dan akhirnya tenggelam dengan perasaan-perasaan sendiri.

Paling tidak, hal-hal inilah yang baru benar-benar sebulan belakangan ini akhirnya saya sadari.

***

Di akhir tahun 2014, saya menyadari satu hal. Selama ini, saya selalu punya mereka yang bersama mereka saya selalu bisa (terlalu) menjadi diri saya sendiri. Saya bersyukur sekali akan hal itu.. Saat saya kembali ke Indonesia nanti, saya akan minta maaf kepada mereka karena akhirnya mungkin saya akan kembali merepotkan lagi. Hhi. Semoga saya juga bisa menjadi berharga bagi mereka…

Karena itu, insyaaAllah ini akan jadi yang terakhir.

Bukan, saya bukannya ingin berhenti menulis. Saya hanya ingin bisa lebih berbagi perasaan secara personal kepada mereka yang mampu meneriakkan “Hey, ci, lo kemana sih? Ke sini nih ke sebelah sini” setiap kali saya merasa tersesat. Saya tidak ingin terlalu lama gamang untuk kemudian kehilangan banyak waktu yang berharga. Dan saya juga ingin lebih banyak lagi bercerita secara vertikal dengan-Nya, setiap kali mungkin kegamangan itu tidak bisa saya bagi ke siapapun selain kepada-Nya.

Dan juga.. ah, tunggu saja ya nanti🙂

***

Awal tahun ini cukup berbeda dengan beberapa tahun kebelakang yang selalu saya penuhi dengan list-list yang harus saya capai dalam satu tahun. Tahun 2015 ini, hanya ada sangaaat sedikit hal yang secara pasti sedang saya kejar dan usahakan. Namun, hal-hal yang sedikit itu memiliki volume yang lebih besar ketimbang daftar-daftar di tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, bismillah akan ada banyak hal yang berbeda dan berubah di tahun ini.🙂

Yosh, selamat pagi dan sampai jumpa lagi ya🙂

Saya ingin banyak kembali ke kertas-kertas putih yang biasa dicoret-coret dulu saja soalnya😉

2 thoughts on “Yang Terakhir di Awal Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s