Fisika Berlari

Mari kita mengingat fisika sejenak.

A dan B sedang mengikuti ujian akhir lari 100 m dari titik X ke titik Y. Kapan dan siapa yang akan lebih dulu mencapai titik Y?

Peraih medali emas Fisika tingkat dunia juga tidak akan bisa menjawab soal sederhana seperti ini. Yap, soalnya tidak lengkap. Ada variabel yang hilang di sana. Berapa kecepatan A? Berapa kecepatan B? Gerakan apa yang dibuat A? Gerak Lurus Beraturan (GLB) kah? Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) kah?

Ya, berlari itu adalah soal kecepatan, dan konsistensi. GLB ataupun GLBB, keduanya punya kesempatan mencapai Y terlebih dahulu. Jika dengan GLB, semua tinggal apakah bisa mempertahankan kecepatan yang sama sampai akhir. Jika GLBB, maka harus memastikan bahwa percepatan yang diambil bernilai positif, bukan negatif (dan harus konsisten).

Berbeda dengan lari estafet yang setiap anggota tim hanya bertugas berlari dari satu titik ke titik tertentu, dalam lari 100 meter, A maupun B harus merasakan setiap meter jarak yang mereka tempuh sendirian dari garis start hingga garis finish. Jika ada 4 check point, maka A dan B harus merasakan keempat-empatnya dengan kaki mereka masing-masing. Tidak bisa melompati satupun check point. Jika B sudah lebih dulu mencapai check point 2, maka A tetap harus melewati check point 1 terlebih dahulu untuk bisa menyusul B. Jika jalur larinya melingkar, maka 4 tikungan yang berbeda harus dirasakan semua oleh A maupun B. Walaupun A mungkin berada di sebelah kiri sehingga ia mendapat keuntungan di tikungan ke kiri (Ingat gerakan melingkar ‘kan?), akan tetap ada tikungan ke kanan yang harus dilewati sehingga effort yang harus dikeluarkan keduanya tetap sama.

(Wah, lari itu seru sekali. Sepertinya sejak di sini saya jadi suka lari walau cuma seminggu sekali..)

Saat berlari, secepat apapun B dan pelari lainnya, hanya boleh ada garis Finish sebagai tujuan A. Sedang ada di check point manapun B dan pelari lainnya, yang perlu dipikirkan A adalah bagaimana dia bisa melewati check point-nya sendiri.

Bukan sedang di mana B (di belakang kah di depan kah), atau secepat apa B (lebih lambat kah lebih cepat kah). Tapi, bagi A yang paling penting adalah: Masih seberapa jauh ia dari garis Finish?  

***

Ah, Hey! Tapi setiap pelari pasti punya strategi ‘kan?
Hmmm…

***

AH! Ada variabel lain yang hilang juga di sana!  -__-”

***

Ah, tapi tidak menutup kemungkinan ‘kan bahwa A berpikir andai dia pun bisa ikut berjuang menyertai di suatu check point? Atau paling tidak.. Memastikan B tidak berlari terlalu cepat yang bisa membuatnya mungkin terjatuh kemudian terluka.. Toh, mereka ‘kan tidak sedang berkompetisi… Toh si A biasanya juga nilai ujian olahraganya tidak pernah jauh dari batas lulus…
*yak mulai deh naratif…*

24/12/2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s