Dari dulu, saya percaya bahwa saya adalah seorang introvert. 

***

Di UKM, di kampus ini, saya punya banyak sekali tempat “melarikan diri”.

Yap, welcome to the jungle!

Saya suka melihat pemandangan dari tempat tinggi. Entah itu dari atap gedung, pesawat, dari bianglala, roller coaster, atau tornado beranda. Ah, bahkan kalau naik bus kampus UKM, sebisa mungkin saya akan memilih kursi paling belakang. Karena struktur tempat duduk bus kampus yang semakin ke belakang semakin meninggi. Dan akan selalu memilih kursi di dekat jendela. Makanya juga saya suka banget naik bandros, walaupun yang dilihat macet-macetnya Bandung. Dan makanya juga saya selalu ingin naik gunung (yang sampai sekarang belum pernah kesampean).

Yap, akses dari UKM ke mana-mana memang jauh. Setengah dari hutan Bangi adalah main campus UKM yang luasnya mencapai 2.000 hektar. Struktur tanahnya berbukit-bukit. Tapi beruntungnya, asrama saya berada di posisi paling tinggi di UKM. Dari taman di samping gedung asrama pria, kita bisa lihat hampir satu UKM.

B2oDkF2CcAEYWwt
Pemandangan yang bisa dilihat dari taman di samping gedung asrama pria. Kalau sunset, harusnya bagus banget dari sini. Sayang karena ini area pria, saya nggak diperbolehkan kesana kalau sudah di atas jam 5 sore.

Satu lagi tempat favorit saya adalah atap FKAB (Fakulti Kejuruteraan dan Alam Bina, semacam Fakultas Teknik dan Arsitektur gitu) yang dekat sekali dengan FTSM (Fakultas saya). Haha, sepertinya banyak sore hari saya yang saya habiskan di sini…

WP_20141212_003
Di bawah sana ada danau kecil. Di sana sore ini ada kawanan semacam burung pelikan gitu. Lucu sekali…
WP_20141212_17_57_26_Panorama
Matahari yang sebentar lagi akan terbenam…
WP_20141212_17_52_15_Panorama
Biasanya, kalau sore banyak kawanan burung hitam (saya nggak tau itu burung apa) yang seliweran di langit sekitar sini…

Walau siang harinya lebih panas dari Depok (ini serius, dan menyengat! hho), udara pagi dan sore hari di UKM enak sekali… Yap, jauh dari debu dan polusi margonda. Kalau malam, jelas sekali kedengaran suara jangkrik. Ah iya, kalau sore hari juga banyak sekali monyet-monyet berkeliaran. Kalau pagi, biasanya ada tupai-tupai. Saya juga pernah hampir nabrak babi hutan waktu sedang naik mobil roommate. Yang paling menyenangkan adalah, saat hujan. Sekali turun, hujannya nggak tanggung-tanggung. Hujan badai. Bahaya memang untuk cucian kesehatan, tapi suasana setelah hujan itu… Harum rumputnya kentara sekali… Huah. Walau ya.. Belum bisa dibandingkan dengan udara Bandung atau Puncak, Bogor.

Ya, saya mendapatkan apa yang sering saya rindukan selama di Depok: tempat untuk “melarikan diri”.

***

Minggu ini, seharusnya saya punya sebuah long weekend dan harusnya bisa pulang seminggu #eh. Kemarin (Kamis) adalah public holiday dan jum’at saya tidak ada kelas. Long weekend ini membuat roommate saya pulang ke rumahnya sejak rabu malam, dan seisi asrama jadi sangat sepi sekali… Walau sudah masuk submission week, saya tidak ada jadwal kumpul kerja kelompok minggu ini. Semua dilakukan online. Jadilah saya banyak menghabiskan waktu saya bersama laptop – menonton berepisode-episode conan, lab perancangan, perpustakaaan, dan keliling-keliling random saja. Kadang berharap ada seseorang yang saya kenal yang saya temui. Eh ternyata tidak ketemu. Biasanya kalau di kelas, banyak yang bisa diajak ngobrol. Atau paling tidak, di kelas Advanced Database saya bisa ngedengerin cerita-ceritanya Atiqah (junior 2nd year, dari Aceh). Eh ternyata, semua orang memang sedang sibuk dengan tugas-tugasnya di minggu-minggu akhir kuliah ini. Yaaa lobby PTSL (perpustakaan pusat) makin ramai tapi saya ke sana biasanya cuma lewat mau beli sandwitch untuk dimakan sambil ngenet sebentar, lalu sekalian masuk ke perpustakaan.

Yang parah adalah interaksi saya dengan orang lain di dua hari ini.

Kamis 
“Bang, nak order tomyam campur sama nasi kosong, makan ya.”
“(ngasihin uang) makasih, bang”
Seharian kemarin hanya dua kalimat ini yang saya ucapkan! Saat makan siang di cafetaria asrama.

Dan hari ini… karena saya dua kali makan di cafe, lalu tadi ke klinik juga, di mushola juga sempet minta diliatin laptopnya sama seseorang. Jadi.. yaa.. sedikit lebih baik.

***

Dari dulu, saya percaya bahwa saya adalah seorang introvert. 

***

Tapi, kalau kondisi ini terus berlanjut… I don’t feel alive…

***

Yosh, mungkin sudah saatnya saya berhenti kupu-kupu dengan melihat kupu-kupu sungguhan esok hari. Paling tidak, besok bisa menyapa dan mendengar mereka ‘kan?🙂 Hari-hari seperti ini juga akan datang di study week dan final exam. Harus bisa bertahan, tetap produktif! Daan pasti bisa bangkit lagi!😀

***

Dan, karena saya sudah berjanji bahwa saya tidak akan mengeluh lagi, apapun yang terjadi…

***

Ah, atau mungkin selama ini.. sebenarnya saya ini extrovert😮. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s