Dimas Ramadhani, salah satu sahabat saya di Fasilkom berulah lagi. Di saat saya lagi nggak mau mikirin kegalauan soal kehidupan pasca kampus (mau jalan-jalan sepuasnyaa uyeah #gading #lagingodingsebenernya), eh dia malah lagi aktif sekali ngepos berbagai hal soal S2. Huee.

“Boleeh S2. Tapi di Indonesia saja lah. Katanya sudah suka banget sama Fasilkom. Di Malaysia boleh laah. Di UKM sudah oke kan?”
-Ayah dan Ibu. Jawabannya sama -_-

Anda galau kayak nggak punya peta hidup aja, ci. Indeed, I have one. Itu negeri sakura masih jadi urutan pertama ya yang pengen banget saya jadiin negara tujuan lanjut S2. Peta hidup yang sejak kelas 2 SMA masih terus di-update sampai hari ini. Juga daftar 100 mimpi yang sudah ada beberapa yang tercoret dan ada pula yang berubah.

“Kalau sudah jelas tujuannya, dikejarlah :)”

Yap. Saya memang sudah punya jurusan dan universitas tujuan S2 saya. Saya sudah membuat list apa saja yang saya butuhkan untuk apply. Meski belum sepenuhnya siap, sudah ada.

Tapi….

Apa benar niat dan tujuannya sudah benar?

Bukan hanya karena ingin merasakan hidup dan tinggal di Jepang?

Bukan hanya karena ingin jalan-jalan keliling dunia?

Apakah keputusan itu sudah yang paling baik dari dan untuk semuanya?
*ingat si adek ganteng juga mau kuliah tahun depan loh*

Sudahkah memikirkan sebuah tujuan perbaikan diri dan kebermanfaatan yang bisa dilakukan nantinya?

“…apakah memang benar dan yakin untuk s2? Dan niatnya harus ¬diperbaikin. Jangan sampai nanti masuk kampus bagus, dapet beasiswa, terus kerjanya happy2 aja, jalan2 senang2 mumpung di luar negeri, terus kuliah keteteran🙂. Planning yg bagus jg. Kamu harus tahu kenapa kamu memilih jurusan ini. Karena, akan banyak sekali jurusan yg ditawarkan di kampus2. Ingat, s2 sudah mulai menjurus ke topik tertentu. Bukan lg seperti s1, dimana kita msh belajar secara umum.
Yang pasti menurutku, ketika kamu menempuh studi di luar, apalagi di kampus yg bagus, pulangnya nanti km akan jadi pribadi yg berbeda (jikasungguh2 dan memanfaatkan waktu dgn baik). Kamu akan bertemu dosen2 yg canggih dgn segudang pengalaman, teman2 yg keren, dan kesempatan yg sangat susah didapatkan di Indo. Networking jg akan lebih luas.”
-Kak Amanah Rahmadiah (Ami). Mahasiswa berprestasi Utama 1 Fasilkom UI 2013. Financial Risk Management University College London (2014). 

Haruskah Jepang?

Harus sekarang kah?

Yakinkah?

Mampukah?

Bisakah?

Tiga tahun, ci, kuat kah?

Setelah itu apa?

Yap, memang masih ada banyak sekali pertanyaan yang harus saya jawab, terutama si JEPANG dan si celengan merah #huiksu. Masih banyak curhatan-curhatan saya yang harus saya sampaikan kepada-Nya. Sampai kapanpun kegalauan ini nggak akan pernah dan nggak akan boleh dilupakan. Tapi kalau galau terus gimanaaah? #eh.

Saya sekarang lagi di Malaysia. Mengulang kata kak Ami: “ketika kamu menempuh studi di luar, apalagi di kampus yg bagus, pulangnya nanti km akan jadi pribadi yg berbeda (jika sungguh2 dan memanfaatkan waktu dgn baik)”. Nah, sekarang di sisa setengah waktu yang masih saya punya di sini, saya sedang ingin fokus mewujudkan ‘jika’ yang disebutkan kak Ami. Saya nggak mau menyesal saat kembali ke Depok nanti. Dan yang harus diingat juga, saat kembali nanti, saya hanya punya sisa satu semester sebagai mahasiswa S1 (Aamiin). Setelah toga disematkan, semuanya akan berubah, dunia yang baru akan datang, petualangan yang benar-benar baru akan dimulai. Dan saya mau petualangan baru itu nggak kalah keren dari petualangan 4 tahun (Aamiin) saya di Fasilkom UI.

Yap, saya masih galau seperti mahasiswa tingkat akhir normal lainnya kok. Masih pake banget banget banget.

Tapi galaunya harus sambil produktif. Galaunya harus penuh dengan rasa ingin tahu.

Duh, saya kangen ngobrolin mimpi-mimpi, target-target, ide-ide gila bareng merekaaa. Kalian semua apa kabaaaar? :”””” *abaikan kalimat ini, ini 100% curcol*

Iya iya nggak boleh cuma planning doang.

Dan…

Suci, kamu punya proposal yang sudah dari kapan tahu harusnya sudah kamu kirim ke si Bapak …

*dubrak tuh kan diingetin*

Yasudah, cukup random sekali postingan ini. Saya sudahi saja dulu dengan sebuah quote:

“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”
-Andrea Hirata

Ohya, saya juga jadi sadar akhir-akhir ini saya yang lebih banyak cerita dan ingin didengar. Sepertinya saya sedang butuh kembali banyak mendengar.

Yasudah, terima kasih sudah membaca!

***

Dan karena… Saya pun nggak pernah menyesali Fasilkom UI.
Nggak pernah menyesali kekalahan bahkan sebelum berperang tiga tahun yang lalu itu…
Justru menjadi salah satu dari sekian banyak hal yang sangat saya syukuri…

9 thoughts on “Does It Have To Be Japan?

  1. Semoga mendapatkan yang terbaik, Suci🙂
    Saya juga sedang memikirkan kemungkinan untuk lanjut studi, ada beberapa pilihan (dari saya pribadi, dari pembimbing, dan pertimbangan orang tua). Dan seperti yang sudah Suci tulis di sini, sepertinya saya akan meluruskan niat dulu sebelum memantapkan pilihan🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s