ごめんね、お婆ちゃん。。 (I am sorry, Obaachan..)

26 Oktober 2014. Saya kembali ke kamar itu. Hawanya entah kenapa lebih mencekam dari biasanya.
Oh no. Ada yang benar-benar marah besar di pojokan sana…

PicsArt_1414414740371

Yap, si obaachan marah besar! Pasalnya, saya kelupaan membawa dia kembali ke Indonesia saat Mid-term break tempo hari. Packing secepat kilat, obaachan yang masih duduk manis di atas desk dan nggak manggil saya terang saja bisa jadi alasan. Lah, sesuatu yang sudah ditaruh di list nomor 1 bawaan yang mau dibawa saja ketinggalan #hoam.

Saya dekati dia..
“お婆ちゃんはとても元気そだね。。”
Eh, doi cuma jawab: “いらない。きこえない。”

Walah, tapi wajar sih, dia pasti kesepian banget…

Yasudah, saya mulai cerita saya walau obaachan masih melipat-lipat wajahnya.
Ceritanya mengalir saja. Tentang Oktober, tentang biawak, tentang si adik-adik, tentang bintang, dan tentang itu.. Ya, sebuah rahasia yang akhirnya bisa membuat obaachan menghentikan lipatan wajahnya dan memerhatikan cerita saya, dengan wajah yang sangat serius. Di tengah cerita saya, wajah obaachan kemudian berubah menjadi tampak bersedih.

Melihat wajahnya yang tampak begitu sedih dan kecewa.. saya hanya bisa mengatakan ini padanya:

Suatu hari nanti, baktiku akan berpindah…
Suatu hari nanti, bukan kepada mereka lagi taatku yang nomor satu…
Suatu hari nanti, bukan di pundak mereka lagi tanggung jawab atas diriku berada…

Mendengar itu, obaachan menjadi sedikit tenang, kemudian tersenyum lebar.
Dia mengangguk.. lalu seketika melupakan marahnya dan menanyakan kabarku..

***

Maaf ya obaachan.
Di hampir 7 tahun ini, mungkin sudah cukup keegoisan saya..
Meski saya tahu mereka tidak pernah menyesalkan apalagi menyalahkan pilihan-pilihan saya…

Selagi menunda, bantu saya memaksimalkan segalanya, lahir maupun batin, untuk mereka ya🙂

Selangor, 27 Oktober 2014
Suci, with her full-charged battery and upgraded map

Lagipula, dari Malaysia saya belajar bahwa keliling dunia itu..
memang seru, penuh tantangan, mendewasakan, dan banyak hal positif lainnya..
namun melakukannya sendiri itu..
penuh resiko.

3 thoughts on “ごめんね、お婆ちゃん。。 (I am sorry, Obaachan..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s