‘HeForShe’: Ternyata, Tidak Semua Sadar Bahwa Mereka Spesial

Silakan di-play dulu videonya kalau penasaran. Hoho. Disitu ada Emma Watson loh :3

Video tadi adalah rekaman speech yang diberikan Emma Watson dalam event soft launching sebuah kampanye dari UN Women yang bertajuk “HeForShe”. Emma Watson ada di sana sebagai ambassador dari kampanye ini. Metode dari kampanye ini adalah mengajak para pria untuk juga ikut peduli terhadap isu kesetaraan genderyang biasanya hanya melibatkan antar wanita saja. Ada sebuah petisi di web-nya yang berbunyi begini: “Gender equality is not only a women’s issue, it is a human rights issue that requires my participation. I commit to take action against all forms of violence and discrimination faced by women and girls.” yang targetnya ditandatangani oleh para pria di seluruh dunia.

Tujuan saya membagikan informasi ini tentu bukan karena saya pernah nge-fans banget sama Hermione yang diperankan Emma Watson ya. hho. Saya ingin berbagi bagaimana saya memandang feminisme dan isu kesetaraan gender, sebagai seorang perempuan.

Dulu, mungkin saya pernah hampir menjadi seorang feminis. Hal-hal yang mendukung mungkin karena sejak kecil, anak perempuan dan anak laki-laki diperlakukan amat berbeda di rumah saya. Selama ada saya di rumah, urusan pekerjaan rumah tidak akan pernah turun ke adik laki-laki saya. Begitu juga dengan urusan angkat-angkat barang, selama ada adik saya, saya tidak akan pernah melakukan hal tersebut (walaupun pada nyatanya ayah sering kok bantuin ibu, begitu juga sebaliknya. Tapi entah kenapa untuk anak-anaknya tidak berlaku). Waktu masih di rumah, kesal sekali rasanya kalau melihat si adik yang asal taruh semua barangnya di mana saja. Dan saya yang kebagian beres-beres selalu harus mengulang hal yang sama: menempatkan semua barang ke tempat semula. Puncaknya adalah saat saya men-state ingin kuliah S1 di luar negeri. Kedua orang tua saya sepakat tidak memberikan izin. Saya ingin kuliah di ITB pun izin tidak keluar. Depok lah satu-satunya tempat ter-‘jauh’ saat itu (dan karena ada banyak saudara di Depok). Begitu juga dengan izin ke Malaysia ini. (Ya… ayah dan ibu sudah tahu kultur di Malaysia, ada sepupu di Kuala Lumpur). Adik laki-laki saya? Dia bisa memilih kemanapun dia mau terbang :)).

Saya pernah loh sampai berpikir: “I wish I were a boy”..

Karena saya biasa kok kemana-mana sendirian. Saya biasa kok memikirkan segalanya sendiri. Saya bisa kok, tanpa laki-laki. Dulu..

Tapi sekarang, semua berbeda. Entahlah. Ada satu momen dalam hidup saya dimana saya akhirnya merasakan bahwa saya sangat dihargai sebagai seorang perempuan. Ada. Ada…….

Saya akhirnya sadar bahwa, kita, laki-laki dan perempuan memang tidak akan pernah bisa menjadi sama. Sejak dilahirkan ke dunia ini, kita punya peran utama yang berbeda. Perempuan itu tidak dibatasi, tapi dilindungi. Dengan adanya pembatasan-pembatasan itu, perempuan bukan direndahkan, tapi justru ditinggikan. Mau bagaimanapun juga, perbedaan itu ada karena memang pada dasarnya laki-laki dan perempuan itu berbeda. Memang tidak dibenarkan pelecehan-pelecehan terhadap wanita seperti zaman jahiliyah dulu. Tapi membuat keduanya benar-benar sama dan memperlakukannya dengan benar-benar setara, is it right?

Coba bayangkan:
Jika tidak ada lagi pria di dunia ini yang dengan suka rela memberikan tempat duduk kepada wanita
Jika semua cabang olahraga disamakan antara pria dan wanita
Jika tidak ada lagi gerbong wanita di kereta
dan lain sebagainya..

Dan untuk para pria, semua fasilitas khusus tersebut bukan dibuat karena kami para perempuan ingin dispesialkan, tapi karena memang kami tidak dilahirkan sama secara fisik seperti kalian. Bukan karena kami ingin dimanjakan atau terlalu bergantung..

Saya pernah membaca sebuah buku : “Why men don’t listen and women can’t read maps”-nya Allan and Barbara Pease. Kalau tidak ingin mengambil dalil-dalil, ada kok teori-teori scientific yang proven by research yang menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memang dari sana-nya beda dan memang tidak bisa di buat sama. Ada juga bukunya John Gray, “Men Are from Mars, Women Are from Venus” yang disana banyak membahas bahwa untuk sekadar berkomunikasi saja, laki-laki dan perempuan punya cara yang berbeda dan butuh diperlakuan dengan benar-benar berbeda.

So, laki-laki dan perempuan mau dibuat sama? Think again, please… Bisa-bisa di masa depan nggak ada lagi penghargaan sama sekali terhadap wanita. Jangan-jangan karena nggak akan ada cuti melahirkan nggak akan ada lagi wanita yang sudah menikah yang bisa bekerja (atau malah jadinya nggak ada yang mau punya anak). Karena wanita bisa “berubah” di masa-masa period-nya, jangan-jangan udah nggak ada lagi perusahaan yang meng-hire (atau akan mengurangi kuota) wanita karena dianggap bisa menurunkan produktivitas perusahaan.

Yang jelas sih, saya bangga sebagai perempuan dengan segala keistimewaannya, terutama bagaimana agama saya yang keren ini mengasihi para wanitanya.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)..” (QS. An-nisa : 34)

Para pria juga, kalian istimewa dengan hal yang berbeda pula. hehehe :))

Sekarang saya tiap pulang ke rumah hobinya masih sih cerewet kalo si adik berantakan. Tapi akan sangat senang kalo tiba-tiba si adik nyamperin ke kamar dan bilang: “Ni, besok mau pake baju ini nih, setrikain dong”, atau “NI, laper, nasi goreng dong”, atau yang hampir tiap malem: “Ni, susu..”, dan yang paling nyenengin kalo dengan muka sebelnya datang, mendekat, dan mengalir saja: “Ni…”.

He needs me, more than any other girls in this world (for this time). #GEER #NGAREP
*siap-siap aja kalo ada cewe yang mau ama adek gw harus dapet izin gw dulu. huehue #lirikseseorang #jadioot*

Yasudah, pokoknya saya suka deh dengan gaya speech-nya Emma Watson :”) #ganyambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s