Syarat

“Bu, uni mau S2”
“Boleeeeh”
“Serius? Boleh? Di luar?”
“Boleh.. Mau di Jepang, Korea, Inggris, Eropa, Timbuktu, boleeh.. asal… ”
Ibu meneruskan syaratnya dengan saya yang kemudian cemberut heran. Ya, saat itu saya heran dengan syarat yang diajukan. Memang kenapa harus begitu?

Sekarang, saya, yang sedang sendirian di berkilo-kilo meter jauhnya dari Depok maupun rumah, mungkin pada akhirnya sedikit paham mengapa syarat seperti itu ibu ajukan.

Entahlah.

Saya mulai takut.

8 thoughts on “Syarat

  1. Haha~ kenapa tidak nurutin syarat ibu aja kak? Malah itu impianku. Nikah dulu, baru cuss sama suami. Aamiin Ya Rabb😀

  2. @Nasha dan @Vinda : huehe ini kenapa menebak2 syaratnya deh :p
    Rencananya akan tetap berjuang mengejar negeri sakura dulu semaksimal mungkin, kan kalo soal yang itu mah udah jelas ada, tinggal nunggu dateng/dipertemukan aja ‘kan? #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s