Kata Ibu (Lagi)

Saya pernah merasa begitu tidak pantas, begitu lemahnya.
Sampai rasanya tak sanggup lagi menopangnya.
Sampai rasanya ingin kabur, menghilang, lari, apapun itu untuk menjadi lupa.
Iya, pernah.

Sampai akhirnya ibu bilang bahwa jalan di depan saya itu ada 2, dan saya harus memilih hanya satu di antara keduanya. Saya tidak boleh memilih jalan di tengah keduanya: tidak bisa setengah-setengah, tarik-ulur, ragu, maju-mundur, karena jalan itu tidak pernah layak untuk dipilih.

Akhirnya, hari itu saya memutuskan memilih jalan untuk maju, berdamai.
Karena walaupun tidak pantas, Tuhan memberikan saya waktu untuk memantaskan diri.
Karena walaupun lemah, saya masih ada untuk terus berjuang menjadi kuat.

Hari itu saya tidak memilih kembali mundur ke belakang.
Karena jika begitu, maka saya akan kembali diam dan berbohong.
Karena jika begitu, maka saya akan kembali lari.

Mungkin karena saya belum bisa seperti mereka, orang-orang hebat itu.
Mungkin saya berbeda. Tapi saya juga sama, takut akan sebuah kehilangan.

Saya juga selalu percaya akan batas waktu.
Yang walaupun nanti tidak nyata seperti apa yang saya inginkan..
Ya, karena semua tak lepas dari kuasa-Nya..
Saya pernah ada, meninggalkan kesan yang baik.
Bukan meninggalkan luka, apalagi rasa sakit dan prasangka.

Maju, dengan do’a yang tetap terus dilayangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s