Pergi (2)

Ada satu prinsip lagi yang ibu saya tanamkan kepada saya. Kali ini soal pergi, soal kepergian.

Saat akan pergi, yang penting itu bukan hanya soal apa yang akan dibawa, tapi juga soal apa-apa yang akan ditinggalkan

Redaksinya tidak persis seperti itu (lebih tepatnya bahkan ibu belum pernah mendikte secara eksplisit pada saya soal ini), tapi itulah yang mengena di ingatan. Saat ingin pergi bersama teman-teman, saya diajarkan untuk memastikan bahwa saya pergi dengan ‘tenang’. Cucian piring tidak dalam kondisi menumpuk, rumah tidak ditinggalkan dalam kondisi berantakan, atau paling tidak kamar saya sendiri seharusnya dalam keadaan rapi. Makanya sampai sekarang, saat ibu masih grasak-grusuk di dapur, mau bagaimanapun juga ibu bilang ‘sudah tinggal saja’, ya saya masih saja berat beranjak.

Dan sekarang, sudah saatnya hal itu kembali bisa diterapkan, tidak hanya untuk urusan kerjaan rumah. Tapi..

Pun saat akhirnya sudah harus meninggalkan Bandung.
Pun nanti saat sudah harus meninggalkan Depok.

Ya, juga harus maksimal dipersiapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s