Manusia Kelas “Ketiga”

Nggak mau masuk golongan ini…

swetakartika

Setelah saya tekun berkarya berbasis pada passion, saya lambat laun dipertemukan oleh Tuhan dengan orang-orang yang berlari di track yang sama dengan saya. Sebut saja pertemuan-pertemuan ini adalah buah kebersenyawaan energi yang kami miliki, dan serangkaian kejadian kemudian mendekatkan kami satu sama lain. Setelah bertemu dengan mereka, orang-orang yang berkarya pada passionnya, saya selalu bertambah semangat dalam berkarya. Banyak cerita dan kisah hidup yang saya dengar dan kemudian menginspirasi saya. Orang-orang ini banyak yang menyatukan pekerjaan dan hobi-nya menjadi satu. Sebagian yang lain tetap menjalankan pekerjaan umumnya sambil terus menerus mengkaryakan passionnya. Bagi saya, keduanya sama-sama keren.

Sebuah obrolan dengan salah seorang sahabat mengantarkan topik pengulasan masalah kami pada sebuah kalimat tanya: “Bagaimana bisa?”

Bagaimana bisa orang-orang ini bertahan mengejar passionnya?
Bagaimana bisa mereka mengerjakan begitu banyak hal tanpa merasa sedikitpun terbebani?
Bagaimana bisa mereka me-manage jadwal hidup mereka yang padat tanpa kehilangan ‘family time’ mereka?

Ketika terlahir ke dunia…

View original post 2,032 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s