Beruntung

Hai, selamat siang.
Lapor, saya sudah cukup panjang berjalan sejak siang tadi.
Menikmati angin semilir dan udara yang nyaman, meski tidak tahu kemana kaki ini membawa.

Di tempat pemberentian pertama ini, saya kembali duduk, melihat sekeliling.
Berpikir.

Saya tak lain adalah seseorang yang sangat beruntung.
Beruntung karena betapa baiknya Dia akan diri saya sejak saya dihadiahi kehidupan di dunia ini.
Beruntung akan kehangatan rumah.
Beruntung akan nikmat selalu dimasukkan dalam lingkaran-lingkaran baik.

Saya tak lain adalah seseorang yang sangat beruntung.
Beruntung. Sangat beruntung.
Beruntung, akan semua kasih sayang-Mu.

Bersyukur, lalu berbuat, itulah yang kemudian harus dilakukan.

Maka, nikmat-Nya yang mana lagi yang kau ragukan, Suci?

Bandung, 6 Juli 2014
Maka, adakah dirimu pun merasa begitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s