#SetahunDariSekarang: 4 – Melihat Dunia

“Negara apa yang paling lo pengen kunjungi?”

Kalo dulu, setiap ditanya pertanyaan seperti itu, saya pasti akan jawab Jepang. Setelah Saudi Arabia, tempat yang paling wajib saya kunjungi (untuk Haji dan Umroh), adalah JEPANG. Saya stagnan dengan Jepang. Ingin, sangat ingin bisa menginjakkan kaki disana.

Dan tahun ini, alhamdulillah, setelah hampir 2 tahun diniatkan, berencana sematang-matangnya dan menabung, kesampaian juga …

5 steps
“5 adventurers”. Osaka, 18 – 23 Januari 2014

Yap, beberapa list mimpi bisa sekaligus tercoret di 6 hari itu. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Maha Besar Allah…
Siapa sangka bisa dipertemukan dengan empat petualangan hebat itu, dengan segala cerita sebelum, selama, hingga ukhuwah setelahnya yang… ah, kata apa yang paling pas menggambarkannya ya? (post terkait)

Kemudian, teringat si penjual gelas kaca di The Alchemist-nya Paulo Coelho. Dia bermimpi untuk bisa mengunjungi Arab untuk berhaji. Tapi dia sendiri merasa takut untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Dia takut jika suatu saat mimpinya terwujud, dia menjadi kehilangan semangat untuk bekerja dan hidup setiap harinya. Dia selalu memasang mimpinya sebagai penyemangat, namun takut jika tercapai dan enggan untuk segera mewujudkannya.

Di satu hari setelah kembali dari negeri sakura, saya pernah merasakannya. Suara-suara hati seperti: “Sudah tercapai, ci.. Kemudian apa?”. Rasanya sulit sekali move on dari kenyataan kaki saya sudah menapak di tanah sakura dambaan. Tapi kemudian, alhamdulillah diingatkan lagi atas goal-goal selanjutnya, mimpi-mimpi lainnya yang menanti untuk diwujudkan, list-list yang masih menunggu untuk kembali tercoret.

Mata saya pun terbuka. Akan luasnya dunia ini. Akan nikmatnya berada berjam-jam melayang di atas permukaan tanah. Akan birunya langit dan serunya menembus awan. (maklum ya, selain 7 jam di pesawat menuju jepang kemarin, saya paling-paling cuma pernah setengah jam di pesawat ke Lampung :p) Enaknya Silver Queen dua derajat celcius. Lembutnya salju. Cepatnya shinkansen. Dunia lain yang benar-benar berbeda. Dunia lain yang penuh dengan pelajaran-pelajaran kehidupan lainnya. Dunia lain yang penuh dengan tantangan. PETUALANGAN, begitu dia menyebutnya.

Cakrawala saya melebar. Dunia saya meluas.

Bumi ini bulat.
Lima benua, ratusan negara, ribuan kota, jutaan pulau…
Maka, kemana kakimu akan melangkah selanjutnya?

Bismillah, akan melangkah lagi.
Menelusuri lebih banyak lagi keindahan Indonesia.
Belajar lagi di lebih banyak negara di dunia.
Membuat lebih banyak lagi daftar.

Dan di 2014 ini, bismillah setidaknya ingin menapak di satu negeri lagi…
Aamiin.

Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah kau kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

-Imam Syafi’i

Selamat Berpetualang!
Ayo keliling Duniaa!😀

Teman-teman Ayo Keliling Dunia dan Nay
6 Juni 2014: Bersama teman-teman Ayo Keliling Dunia plus Nay

 

 

2 thoughts on “#SetahunDariSekarang: 4 – Melihat Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s