Si Gedung B: Kau Sebut Dirimu Mahasiswa Universitas Kelas Dunia?

 

Gambar

Kau boleh sebut aku si gedung B. Aneh ya? Tapi itulah aku. Aku mungkin tidak sepertimu yang bisa melangkah bermain bercanda dan berjalan sesukamu. Aku diam, tampak tak bernyawa dan tak berdaya. Tapi disinilah kamu bertaruh semua gelar S.Kom maupun M.Kom-mu.

Mungkin selama ini aku tak pernah menyampaikan ini. Tapi hari ini aku ingin bercerita. Aku sedih. Ya, sedih. Karena ada sesuatu yang tak biasa kulihat terjadi di fakultas yang katanya sering disebut sebagai rumah kedua para mahasiswanya ini. Aku tak tahu kegiatan apa yang dilakukan dirimu dan teman-temanmu malam itu. Sama seperti biasanya, aku tak tahu apa saja yang kamu lakukan selama berada di dalam diriku.. Aku biasanya tak terlalu peduli.

Tapi hari itu aku sedih. Aku tak paham apa itu deadline. Aku tak paham apa kenikmatan berkumpul bertawa haha hihi di kotak berporselen itu. Atau apa makna wajah-wajah serius hingga gerutu-gerutu itu. Termasuk apa yang berlangsung malam dan pagi hingga siang hari di hari minggu itu. Aku tak paham.

Tapi aku sedih.

Karena kamu yang sering mengeluhkan sebutan universitas kelas dunia yang disematkan sebagai mimpi dari almamatermu itu
Ya, karena kamu yang sering mengeluhkan terputusnya jaringan internet
Ya, karena kamu yang sering mengeluhkan sistem informasi akademismu yang tak bisa kau masuki saat regol
Ya, karena kamu yang sering mengeluh

Juga ..
Karena kamu, yang dielu-elu sebagai manusia-manusia pintar
Karena kamu, yang katanya adalah calon pemimpin bangsa ini
Karena kamu, yang katanya memegang nasib kemajuan bangsa yang besar ini

Karena kamu, yang menyebut dirimu mahasiswa universitas kelas dunia itu..

Ternyata bahkan tidak tahu bagaimana cara menghargai arti sebuah kebersihan
Bahkan tidak paham, bagaimana cara meringankan beban mereka yang setiap harinya mengais rezeki dengan menaruh sampah-sampahmu ke tempat seharusnya.
Yang mungkin gajinya mungkin tidak ada seperberapanya biaya kuliahmu
Lalu, kamu nyaman dengan hal itu? 

Tapi mungkin kamu tidak sempat ya..
Mungkin kamu, terlalu banyak berkutat dengan baris-baris menyeramkan yang aku tak paham apa itu
Mungkin kamu terlalu sibuk dengan algoritma-algoritma atau paper-papermu
Aku tak paham.
Maafkan aku karena mungkin terlalu memerhatikan hal kecil seperti ini…
Ya, aku hanya makhluk tak bernyawa

Tapi aku sedih
Ya, aku sedih…

Ini isi hatiku, Si gedung B yang mungkin tak pernah kamu pikirkan.

 

NB:
Sebuah catatan di hari minggu yang tenang.
Gambar dari dokumentasi pribadi seorang senior yang tidak menyebutkan namanya di blognya.
Tidak bermaksud apapun, namun sangat berharap menjadi bahan renungan kita bersama… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s