Pagelaran Bocah 2014!

“Jenuh nih, ngerjain sesuatu yang beda yuk!” – seseorang

Yap, saya rindu dengan keramaian hiruk pikuk dan ‘capek’nya main dengan bocah-bocah. Super kangen dengan si bungsu yang nanyain terus kapan saya bisa pulang. Super ingin sekali menjenguk keponakan yang baru lahir. Jenuh dengan matriks dan rumus-rumus matematika. Maka, disinilah pilihan saya jatuh.

Saya masih menyimpan tiket pertunjukan Pagelaran Bocah 2013 di agenda 2013 saya. Huah, setahun yang lalu gagal nonton karena tiba-tiba jatuh sakit dan harus bergumul di bawah selimut seharian :”. Dan tahun ini, Alhamdulillah:

Jang jaaang, target volunteering di semester ini akhirnya tercapai!😀

Welcome!
Welcome!

Di acara yang diselenggarakan Rumah Belajar BEM UI ini, saya mendapat kesempatan untuk bermain permainan tradisional bersama anak-anak di Kampung Main! Kampung Main itu apa sih?

Sebelum itu, di Pagelaran Bocah 2014 ada beberapa sub acara. Yang pertama adalah Wahana, tempat anak-anak akan diberikan edukasi-edukasi menarik. Di wahana, terdapat 5 jenis stand yang bisa diikuti oleh anak-anak: (1) stand Sadewa, yaitu stand temen-temen alumni gerakan UI mengajar yang mengajak anak-anak membuat media pembelajaran untuk dipakai mengajar anak-anak di pelosok-pelosok, (2) stand membuat flannel, (3) stand membatik dengan pelepah pisang, (4) stand mendongengnya FLAC, dan (5) stand memancing. Setiap selesai melewati satu stand, anak-anak akan diberikan masing-masing satu bintang!

WP_20140511_030
Stand Sadewa. Disini anak-anak belajar untuk berempati :”
WP_20140511_029
Satnd Membatik🙂
WP_20140511_005
Stand memancing. Lihat deeh itu yang kecil baju putih lucuu bangeet
WP_20140511_004
Ini stand FLAC. Ayo tanamkan jiwa anti korupsi sejak kecil!
WP_20140511_003
Ini stand bikin Flaneel. Anak ini kembar looh. Lucu yaa :””

Nah, setelah komplit mendapatkan 5 bintang, anak-anak bisa memperoleh tiket untuk bermain di kampung main bajak lauuut! Saya sebagai kapten pendamping bertugas menemani 5 anggota bajak laut (si anak-anak) untuk mengarungi setiap tempat pembajakan alias arena permainan tradisional. Hhi. Di setiap permainan, tersembunyi harta karun yang dapat dimiliki oleh kelompok yang berhasil mengungguli kelompok lainnya.

Nih kelima anggota kapal bajak laut saya:

WP_20140511_010
Adis, Talitha, Alma, Siti, Auli. Saya masih kelihatan sepantaran mereka ya :”)

Pembajakan pertama dilakukan di arena congklak. Di arena ini, Siti dan Talitha turun sebagai perwakilan kapal. Sayang, di arena ini kami harus menerima kekalahan. Hiksu.

Lanjuuut, kami pindah ke arena ular tangga. Kalau biasanya ular tangga mainnya lama alias 100 petak, kali ini kami hanya bermain 25 petak. Tapi, di setiap petaknya ada hal-hal khusus yang harus dilakukan. Kapal kami mendapatkan dua kali jebakan menirukan suara kucing yang sedang kelaparan. Tapi alhamdulillaaah kami menang di arena ini, yeaay!

Ketiga, kami bermain galasin. Saya yang lupa bagaimana cara bermain galasin Cuma bisa asyik dan ketawa girang ngeliatin mereka main. Walaupun Siti jago banget dan ngeselin banget soal jaga menjaga, permainan tetep berakhir seri.

Setelah galasin, kami bermain yoyo dan gasing bersama (dan dua-duanya saya nggak bisa mainnya T__T). Terus, lanjut ke balap karung dan bakiak! Kapal mana yang menang? Setelah galasin, kedua tim sepakat main seru-seruan aja dan harta karunnya malah jadi dibagi bersama-sama (dasar anak-anak :p). Masih ada Enggrang dan Pletokan, juga Tarik tambang! Pokoknya, seharian di kampung main seruu bangeet.

Lihat ekspresinya Sitiii. senang sekali diaa
Lihat ekspresinya Sitiii. senang sekali diaa
Si Ular Tangga :D
Si Ular Tangga😀

Selain wahana dan kampung main, ada juga pertunjukan! Pertunjukannya seru-seru! Ada Mamamia, yaitu kompetisi talent Ibu dan anaknya. Salah satu favorit saya adalah seorang anak laki-laki yang bermain gitar mengiringi ibunya menyanyikan lagu Edellweis. Si ibu juga main suling gitu di akhir lagunya😀 lalu ada penampilan pertunjukan dari setiap rumbel fakultas dan ditutup keren banget dengan penampilan rumbel UI yang membawakan budaya Indonesia dari sabang sampai merauke dengan drama, tarin, dan puisi, komplit! Ada seorang anak yang suaranya bagus sekalii, tapi selesai pertunjukan dia langsung menghilang, jadi saya nggak sempat kenalan.

Lelah memang seharian kemarin. Tapi super refreshing sekalii! Dari kampung main saya belajar bahwa meskipun di era digital ini anak-anak disuguhi tablet dan produk-produk digital, mereka tetap anak-anak yang memiliki misi perkembangan untuk bermain dan berinteraksi dengan sebayanya, berteman dengan sebanyak-banyaknya orang. Rasanya salah jika teknologi disalahkan sebagai penyebab anak-anak menjadi tidak bersosial atau semacamnya. Mereka harus tetap bermain dan belajar di lapangan luas seperi ini! Berlarian, tertawa, marah-marahan tijel, mencoba segala macam hal hanya demi punya satu bintang lebih banyak dari yang lain!

Dari pertunjukan gw belajar bahwa tidak benar bahwa budaya Indonesia sudah ditinggalkan dan sulit untuk menanamkan sikap cinta Indonesia ke anak-anak. Kita semua punya kewajiban yang sama da nada banyak cara untuk mengenalkannya ke anak-anak yang akan menjadi penerus penjaga budaya bangsa. Dengan pertunjukan ini, saya sadar bahwa ada banyak hal yang bisa dipadupadankan hingga budaya bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi anak-anak.

Masa anak-anak adalah masa krusial, pembentukan karakter, masa emas yang sangat penting tentang akan menjadi manusia seperti apa mereka di masa depan. Dan masa-masa yang amat sangaaat menyenangkaaan! (brb nyari APTX4869 #eh)

Terima Kasih Rumbel BEM UI atas kesempatannya mengizinkan saya untuk bisa berkontribusi mewarnai dunia mereka, dunia anak-anak. Mengedukasi mereka lewat Wahana, melestarikan permainan-permainan tradisional Indonesia lewat Kampung Main, dan senyam senyum ketawa ketiwi melihat penampilan anak-anak yang lucu di pertunjukan (anak kecil nggak pernah salah, mereka selaluuu lucuu), plus kembali merasakan jajanan-jajanan zaman SD di bazaarnya. Hhe.

Tahun depan harus main-main lagi nih di Pagecah 2015!😀

Sang kapal lawan : Ayu, Aqila, Safa, dan Nasywa
Sang kapal lawan : Ayu, Aqila, Safa, dan Nasywa

Dear Siti, Thalita, Adis, Alma, Auli, Aqila, Safa, Ayu, dan Nasywa, nikmatilah masa-masa ini, pelajarilah dunia ini sambil bermain dan menikmati setiap hari-harimu, tirulah semua yang baik, enyahkan semua yang buruk, jalanilah segalanya dengan cinta dan semangat, persiapkanlah dirimu untuk membangun negeri ini di masa depan🙂

Si Siti, yang nempeel bangeeet selama permainan. Doi baca puisi juga nih pas pertunjukan rumbel BEM UI
Si Siti, yang nempeel bangeeet selama permainan. Doi baca puisi juga nih pas pertunjukan rumbel BEM UI

*okefix saya kangen Ridhooo*

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s