Kita, Kawung2011

blog dipta

Kawung

Semestinya kita berterima kasih kepada penemu kamera, social media, dan bahkan penemu tongsis (tongkat narsis). Atas tersalurkannya hobi kita. Membuatkenangan.

Hari ini aku menyadari, bahwa kita memiliki kegemaran yang sama. Membuatkenangan. Membuat kenangan yang direkam pada satu bingkai foto, yang akan kita simpan pada memori kita masing – masing. Sehingga suatu saat nanti kita rindu, kita akan membuka kembali foto tersebut. Dan kemudian tersenyum. Kita pernah berada dalam satu bingkai yang sama. Kita pernah berada dalam ruang dan waktu yang sama.

Semestinya kita berterima kasih kepada penemu kamera, social media, dan bahkan penemu tongsis (tongkat narsis). Atas tersalurkannya hobi kita. Mengenang.

Hari ini aku menyadari, bahwa kita memiliki kegemaran yang sama. Mengenang. Mengenang segala apa yang telah kita lalui di masa lampau. Tertawa dan berkata, “Hei, dulu aku begini. Hei, itu kamu jaman dulu. Hei, ini dia saat kita bersama”. Pada saat itu (mengenang) mungkin kita sudah tak seperti dulu, karena kita terus bergerak dalam dimensi waktu. Mungkin di saat kita mengenang, kita sudah dalam ruang yang berbeda. Lalu pada saat yang sama, muncullah rindu. Rindu pada (si)apa – (si)apa yang ada dalam kenangan itu.

Lalu dengan segala alat canggih yang tercipta di abad modern ini, kita mengabarkan ke semua orang yang ada di bingkai itu. Ayo kita membuat kenangan yang…

View original post 57 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s