Dia Lupa

Hilang, jarang sekali muncul di kamus hidupnya
Jangan tanya soal penjagaannya
Atau betapa possesifnya ia soal benda-benda perjuangannya

“Everything has to be in its right place”, sempat jadi motto hidupnya

Sombong sekali ia
Melewatkan panggilan-Nya demi sesuatu yang masih bisa 20 menit kemudian ia gapai
Berhasilkan keterlambatan hampir separuh jam, dan sebuah kehilangan

Bukan lagi soal berapa banyak kenangan yang tersimpan
Bukan lagi soal beribu dialog yang terekam disana
Apalagi soal hitungan rupiah yang beberapa lama dikumpulkan demi menjadikannya

Ya, dia LUPA, bahwa satu detik, satu neuron penyusun ingatannya, satu sel pembentuk otot-otot pelindungnya, adalah milik Dia yang tak akan pernah hilang dan senantiasa milik Dia

Menuju Sudimara, 12 Januari 2013
Di tengah hujan favoritnya, yang katanya tak pernah menolak do’a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s