Kita?

blog dipta

Hujan tidak hanya menyebabkan genangan, tapi juga kenangan.

Kenangan apa, tentang kita, yang membuatku bertanya. Apa yang sebenarnya terjadi di antara kita?

Kitadiam. Kita bisu. Sampai kapan kita pura – pura tidak tau, bahwa ada rindu yang terbelenggu. Kalau kita tau, maka sesegera mungkin sama – sama kita bunuh, dengan kejam, segala rindu yang terbelenggu itu. Sayangnyatidak. Kita terlalu takut untuk mengerti, bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah tidak untuk terjadi. Setidaknyasaat ini.

Kita diamlagi. Aku tidak sanggup menatapmu saat bicara. Kau juga tidak sanggup berkata apa – apa. Kemudian kita hanya saling menerka, tentang apa yang ada di kepala kita. Kemudian diam lagi, tanpa kata dan bicara, sampai gelap tiba.

Ketahuilah, ada kenangan dan rindu yang membuatmulelah. Yang membuatmu seakan dikejar – kejar waktu, padahal dia berjalan lamban. Inginmu menghapus segala apa yang sudah tertulis dalam memori, tapi tau apa yang terjadi? Kau disuguhkan pada kenyataan bahwa akan ada momen lain, yang dapat membangkitkan dengan otomatis segala kenangan yang tadinya ingin kau hapus, tapi tidak bisa.

Ini bukan salah siapa – siapa. Kita tidak bisa memilih, dengan (si)apa kita akan berhadapan. Kita tidak bisa memilih, dengan (si)apa kita akan berkawan. Akan ada penjelasan besar di balik (si)apa pun yang sekarang ada di hidup kita, meski tidak saat ini. Meski mungkin kita tanpa sadar menyesalkan…

View original post 18 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s