Hai @suchi4869

:”)

blog dipta

2012-10-10 15.46.36e

Hai Suci, apa kabar? Ingat ini hari apa? Rabu ya. Hari Sabtu masih 3 hari lagi. Cerita kita sudah sampai mana ya? Hmm

Duduklah. Sebentar, untuk beberapa menit ke depan. Tinggal dulu koreksiannya, matikan musiknya, dan hal – hal lain yang mengganggu. Dengarkan ceritaku. Ehm, maksudku baca saja.

Hai Suci. Tadi siang aku ketemu Pagi. Dia cerita, di malam hari kemarin Pagi ketemu Siang. Mereka ngobrol sebentar di ruang tamu rumah seorang perempuan bernama Senja. Tak berapa lama ada Ibu Matahari menawarkan teh hangat dan sepotong martabak bulan. Pagi dan Siang tentu tidak menolak. Senja belum keluar dari kamarnya. Katanya, mereka mau pergi bersama malam itu, menatap langit bersama. Ah ya, sebelumnya mereka memasak rindu bersama di dapur Senja. Berbumbu tawa, canda, sedikit tangis, sejumput cinta, dan yang paling penting, tanpa mecin. Kata Pagi, rindu adalah masakan yang awet, bahkan tak perlu ditambahkan berbagai macam pengawet. Hei kau percaya? Aku percaya. Tiap…

View original post 356 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s