…..

blog dipta

sunsetgambar dari sini

Kemudian pada suatu hari yang langit tak tampak kejernihannya dia bertanya, “Untuk apa aku mengenalnya? Untuk apa kita dipertemukan? Aku tidak mengerti bagaimana rumus – rumusNya bekerja dalam kehidupan ini. Aku tidak paham dengan apa yang sebenarnya Dia rencanakan. Haruskah bertemu dengan dia, mereka, atau bahkan haruskah kita dipertemukan? Apakah Allah tau, aku tidak suka bertemu dengannya. Bukan, bukan tidak suka. Aku hanya tidak ingin..ah kau taulah seharusnya.”

Langit masih tetap pada warnanya yang kelabu. Udara masih tetap pada dunianya yang tak kita lihat tapi kita rasakan. Air hujan masih menggantung di langit. Dan kita, sama – sama diam, berpikir, dan menerawang. Berusaha menjawab pertanyaan – pertanyaan yang terlontar sesaat yang lalu, yang sebenarnya mungkin itu pertanyaan klasik. Pertanyaan klasik yang jawabannya kita semua sudah tau, bahwa Allah-lah sutradara dan programmer yang sempurna. Dalam setiap potongan episode hidup kita, dalam setiap sistem di semesta ini, semuanya sempurna…

View original post 194 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s