Ayah…

  • A: kadang, Tuhan bukan alasan yang kuat untuk berbuat baik
  • B: maksudmu?
  • A: seorang pencuri misalnya, dia tidak takut mencuri padahal dia tau Tuhan mengawasinya, tapi toh dia tetap saja mencuri, yang dia takutkan ada orang yang melihatnya
  • B: tentu saja, dia pencuri, pasti ada suatu hal yang memaksanya untuk mencuri, untuk makan keluarganya misalnya
  • A: nah itu yang ku maksud, kadang kita butuh hal untuk mendorong kita berbuat baik, selain Tuhan, selain diri kita sendiri.
  • B: apa yang mau kau sampaikan?
  • A: Kamu sayang ayahmu?
  • B: Tentu, lebih dari aku mencintai diriku sendiri
  • A: Kamu perempuan dan sampai umur berapapun, ayahmu ikut bertanggung jawab untuk sekecil apapun perbuatanmu. Ayahmu bertanggung jawab atas terbukanya auratmu, atas perbuatanmu, ghibahmu, segala hal.
  • B: …
  • A: Kalau Tuhan tak cukup jadi alasan untuk kau menutup aurat, untuk kau berhenti membicarakan orang lain, untuk kau menjaga dirimu. Tolong, ingat ayahmu. Dia yang melindungimu dari saat kau hanya bisa menangis, dia yang setiap malam mengajarimu menulis dan berhitung, dia yang setiap minggu menanyakan kabarmu, kuliahmu, kesehatanmu. Apa kau tega membuatnya terlempar ke neraka gara-gara perbuatanmu?

via: http://urfaqurrotaainy.tumblr.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s