Kesempatan, Keputusan, Sesal

Gerhana bulan sebagian itu kemarin kan ya? Tapi kenapa malam ini juga nggak ada bulan? :(

 

Berawal dari status saya di-fb diatas, gara-gara di perjalanan pulang tadi ngeliat ke langit tapi nggak ada bulan sama sekali, akhirnya malah komen-komen-an sama @diptatanaya.

ada kok ci..mungkin aja belum ada “kesempatan” buat ngeliatnya :3

atau kita harus membuat “keputusan” untuk pergi ke tempat dimana kita bisa melihatnya?

tapi apakah kita bisa memutuskan tempat mana yang “tepat” untuk bisa melihatnya?

tapi mungkin aku tak harus mengharap bulan. Mungkin taburan bintang, atau mungkin tidur sejenak untuk melihat pelangi usai hujan esok hari?

selalu ada hal lain di balik kesempatan yang “belum” atau “tidak” kita dapatkan….

tapi “memutuskan” itu, mungkin akan menumbuh sesak, menghentikan tawa, berujung tangis,
lalu apa arti “kesempatan”? untuk apa ia ada?

kesempatan itu..untuk kemudian kita bisa mengambil keputusan akan kesempatan itu

tapi apa gunanya jika akhirnya timbul sesal?

sesal itu ketika kita tidak siap dengan konsekuensi dari yang kita lakukan. Jadi pertanyakan lagi apakah kita siap dengan “memutuskan” suatu hal?

 

*yang miring kata-katanya nay.😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s