Update Lagi

Wah, ternyata sudah lama sekali saya tidak update blog ini. Tampilan dasbor sampai halaman posting WordPress saja sudah berubah banyak.. #takjub

Melihat banyaknya komen dan pengunjung yang telah berkunjung ke blog ini, rasanya sayang kalau blog ini ditinggal begitu saja. Yah, saya sih berharap teman-teman yang sudah berkunjung ke blog ini bisa berkunjung juga ke blog saya yang satunya lagi. hoho.

Ohya, sekarang sudah 2012 ya?

Sudah satu semester saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswi Ilmu Komputer di Fasilkom UI. Berhubung IP belum keluar, dan saya mendapat dorongan untuk mengupdate blog ini oleh seorang teman, saya mau cerita dikit tentang beberapa perbedaan yang saya rasakan antara kehidupan tiga tahun saya di IC dan 6 bulan saya di UI Depok.

Pertama dan yang paling utama adalah: HIDUP SAYA JADI KURANG TERATUR

Bagaimana tidak, kalau dulu di IC saya biasa hidup serba teratur diatur dari bangun tidur sampai tidur lagi, setelah kuliah saya bebas mau bangun jam berapa, mau telat apa nggak ke kampus, mau tidur jam berapa, pulang kuliah jam berapa, sampai mau sholat jam berapa pun nggak ada yang ngatur-ngatur. Ini jadi masalah tersendiri buat saya. Rasa malas nggak jarang sulit dikoordinasi. Untungnya sih, karena tiga tahun biasa hidup teratur, keberantakan keseharian saya paling paling hanya terjadi saat saya benar-benar sedang dilanda setan malas. Makanya, saya jadi sering kena penyakit MAGER alias Males Gerak. Masya Allah.. –”

Kedua: MAKAN AJA MIKIR

Kalau dulu di IC, tiap jam makan saya tinggal ngantri di Kantin, menerima dengan senang hati setiap makanan yang disediakan saat itu (GRATIS LAGI), sekarang? Saya bisa butuh waktu lamaaa banget cuma buat mau makan apa hari itu. Nggak cuma mikir ada lauk apa aja di kantin asrama, tapi juga hitung-hitung persediaan uang di dompet. Susah ya jadi mahasiswa. –”

Ketiga: “INDAHNYA” KOMUNIKASI

Yup, tiga tahun saya di IC, saya sama sekali tidak diizinkan membawa telepon genggam, mau yang nggak ada kameranya kek, item putih kek, pokoknya HP butut aja nggak boleh dibawa, apalagi sampe bawa SmartPhone Android apalagi IPad. Tentu selama di IC ini jadi masalah besar karena untuk sekedar menghubungi orang tua saja, saya harus ngantri HP Asrama dengan siswi segedung. Apalagi di tahun pertama, rasanya bisa nangis tiap malem gara-gara kangen sama Ibu (ketauan banget manja sama Ibu), pengen bisa sms-an sama temen-temen SMP. Pokoknya sebeeeel banget sama peraturan yang ini.

Ditambah lagi peraturan yang tidak membolehkan siswa membawa Laptop. Baru ketika saya kelas XII, sekolah menyediakan sebuah ruangan yang bernama CSA (Center of Student Activity)untuk menyimpan laptop bagi siswa yang membawa, itupun waktunya dibatasi hanya sampai jam 10 malam dan baru-baru ini ada peraturan untuk juga menyertakan surat keterangan tugas yang akan dikerjakan di CSA dengan Laptop. Ribet sungguh ribet. Buat pakai laptop sendiri saja kok susahnya minta ampun. Dulu saya berfikir begitu. Sekarang sih, laptop sudah jadi sahabat terbaik yang saya bawa kemana-mana dan bisa saya gunakan suka suka saya. (Ya Iyalah, anak Ilmu Komputer)

Tentu hidup dengan fasilitas komunikasi seperti HP dan Laptop yang bebas saya gunakan sesuka hati seperti sekarang sangat indah. hehe. Nggak ada lagi cerita ngantri telepon, ngantri komputer di perpus, atau ngantri-ngantri yang lainnya. Tapi, hal ini kembali mengganggu ketika saya menemui masa ujian. Sungguh dengan HP ber-OS Android dengan sejuta aplikasi dalam marketnya, laptop dan hardisk dengan banyak tontonan di dalamnya, koneksi internet yang super dewa di fakultas benar-benar jadi ujian berat terhadap perkembangan akademis saya. Kalau dulu di IC saatnya belajar ya benar-benar belajar di depan buku dan mengerjakan soal (paling-paling sambil ngobrol ama temen2), sekarang belajar saya bisa sambil buka FB, nge-twit, nge-plurk, sms-an, dan karena laptop memang salah satu media belajar saya, efek samping seperti malah kelamaan fokus main di jejaringan sosial jadi MASALAH BESAR. Betapa banyak waktu yang akhirnya bisa terlalaikan.

Sebenernya masih banyak lagi hal yang saya sayangkan selepas bebasnya saya dari penjara suci IC. Terutama hal-hal seperti pergaulan di dunia perkuliahan.

Yah, lepas dari hal-hal yang saya ceritakan di atas, saya ‘kan tidak mungkin kembali lagi jadi anak SMA. Saya juga tidak mungkin maksa tinggal di Asrama IC lagi tapi kuliah di UI. Di sinilah kedewasaan saya diuji. Bagaimana saya dan teman-teman alumni IC lainnya bisa membawa nilai-nilai dan pelajaran berharga tentang kehidupan yang kami telah dapatkan selama di IC. Bagaimana kami tidak terbawa arus pergaulan zaman, bagaimana kami bisa teguh menjalani kebiasaan-kebiasaan baik yang telah ada selama di IC. kehidupan kami di IC memang sangat singkat. Hanya tiga tahun dari entah berapa tahun hidup yang nanti Allah berikan kepada kami. Tapi, sudah selayaknya kami tidak meyia-nyiakan apa yang sudah kami peroleh bukan? Buat apa susah-susah tiga tahun hidup jauh dari orang tua, susah-susah hidup di asrama, kalu nantinya setelah keluar dari IC, kami tidak membawa hasil apa-apa. Percuma banget kaaan…

Semoga saya tidak termasuk golongan orang yang merugi.

Amiin..

Gambar

IC dan segala cerita di dalamnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s