Apa yang Sebenarnya Ingin Saya Capai?

Melihat judul diatas, tentu pembaca bisa memperkirakan apa yang akan menjadi isi dari tulisan ini. Sebelum itu, mungkin ada baiknya jika saya membahas terlebih dahulu, mengapa saya akhirnya bisa menjadi satu dari sekian ratus mahasiswa beruntung yang berhasil masuk ke fakultas nomor satu se-UI ini.

Jujur, saat ditanya mengapa saya memutuskan untuk menjadikan Fasilkom UI sebagai pilihan pertama saat SNMPTN undangan, saya hanya bisa menjawab: Karena saya suka komputer. Terinspirasi dari seseorang dan pengalaman hidup di zaman serba modern ini, saya merasa dunia teknologi informasi dan komunikasi adalah dunia yang cukup menjanjikan lima hingga sepuluh tahun yang akan datang. Lalu, kenapa UI? Kenapa tidak sekolah informatika yang berada di ranking pertama passing grade SNMPTN? (yah, saya yakin Anda tahu sekolah apa itu). Jangan salah, sejak kelas X, saya sudah dengan matang merencanakan segala strategi untuk bisa masuk ke sekolah itu.

Lalu kenapa berhenti di saat terakhir? Karena hingga saat itu memang tidak ada izin dari orang tua untuk merantau jauh hingga ke Bandung, dan saya pun berargumen, “Ah, buat apa masuk sana kalau belum tentu masuk Informatika atau Telekomunikasi?”

Dan Akhirnya jurusan Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer UI pun ada di daftar pertama jurusan yang saya pilih di SNMPTN Undangan 2011.
Walhasil, Alhamdulillah, saya diterima di Fasilkom. Ajaib? Mungkin. Sebenarnya rintangan untuk bisa masuk ke Fasilkom tak hanya seleksi SNMPTN Undangan. Tapi (lagi-lagi) izin orang tua. Lho, memangnya saya tidak izin saat memilih jurusan? Tentu saja izin. Respon pertama orang tua: Menolak, tentu saja. Sebagai satu-satunya anak perempuan dan sebagai anak tertua, saya jelas memiliki beban harapan orang tua yang sangat besar. “Mau kerja jadi apa kalau perempuan masuk Ilmu Komputer?”, “Anak temen ibu tuh masuk Ilmu Komputer akhirnya cuma jadi TU, ..”, “Yakin bisa langsung kerja nanti?” dan sebagainya. Ya Ampun, ingin rasanya saya meneriakkan ke semua orang bahwa yang akan saya pelajari di sana bukanlah bagaimana MEMAKAI program komputer, tapi bagaimana MENCIPTAKANnya. Dan Alhamdulillah orang tua saya menyerah juga mengenai harapan mereka agar saya bisa masuk FK (yang kenyataannya memang saya tidak suka Biologi dan kegiatan hafal-menghafal), setelah saya memaparkan apa yang akan serta ingin saya dapatkan dan pandangan saya ke depan setelah jadi mahasiswa Fasilkom.

Dan inilah inti dari esai ini: Apa yang sebenarnya ingin saya capai di Fasilkom.

Sebenarnya, minat saya lebih pada Teknologi Informasi. Bagaimana manusia dapat berhubungan satu sama lain, bagaimana manusia bisa mengetahui semua kejadian dan segala hal hanya lewat satu perangkat: KOMPUTER dan sebuah jaringan bernama: INTERNET. Tidak muluk-muluk menjadi inovator atau founder dari sebuah perusahaan IT kelas dunia seperti Bill Gates. Saya hanya ingin tahu bagaimana “sihir” itu diciptakan, menjadi ahli di dalamnya dan berkontribusi untuk memajukan teknologi informasi di Indonesia. Tentu belajar di Fasilkom saja tak menjadikan saya puas nantinya. Setelah saya mendapatkan ilmu yang cukup di jenjang S1, saya tetap akan belajar dan berharap bisa belajar dari banyak negeri maju agar saya bisa secara maksimal membangun teknologi informasi di Indonesia.

Ya, dari semua kata-kata yang sudah saya tuliskan, intinya sih saya ingin sekali bisa menciptakan teknologi komunikasi yang murah, cepat, dan mencapai segala penjuru Indonesia. Sekarang sudah 2011 ‘kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s