Einstein’s Dream, Sebuah filosofi Sang Waktu

Einstein’s Dreams – Alan Lightman (1999)

Entah sudah sejak kapan saya mengagumi sosok seorang fisikawan jenius, Albert Einstein. Mungkin bahkan sejak saya masih sama sekali belum mengetahui apa makna dibalik E = mc^2 dan teori relativitas yang telah melambungkan namanya. Dan ketika akhirnya saya bersua dengan materi fisika atom dan relativitas di kelas XII, saya kembali teringat akan sebuah buku yang saya baca ketika duduk di kelas XI, MIMPI-MIMPI EINSTEIN.

Buku ini berisi pemikiran-pemikiran provokatif seorang fisikawan lulusan California Institute of Technology yang kini menjadi dosen fisika di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Alan Lightman. Beliau menulis buku ini dengan berusaha memasuki alam pikiran seorang jenius pencipta teori relativitas, Albert Einstein.

Berikut beberapa pemikiran yang saya kutip:

Waktu berbentuk lingkaran. orang-orang di dalamnya tak henti mengulang takdirnya tanpa perubahan sedikitpun setiap harinya.

Waktu memiliki tiga dimensi, seperti ruang. Dan karena satu benda bisa bergerak tegak lurus ke tiga arah, horisontal, vertikal, dan membujur, maka sebuah benda dapat berada dalam tiga masa depan yang tegak lurus. Setiap masa depan bergerak dalam arah waktu yang berbeda. Setiap masa depan adalah nyata. Apa pun keputusan yang diambil, dunia terbelah menjadi tiga, masing-masing dengan orang-orang yang sama tetapi dengan takdir yang berbeda. Dalam waktu, terdapat ketidakterbatasan dunia.

Di dunia ini ada dua jenis waktu, Waktu mekanis dan waktu tubuh. Ketika dua waktu bertemu, yang terjadi adalah keputusasaan. Ketika dua waktu menuju arah yang berbeda, hasilnya adalah kebahagiaan. Karena itulah, semua orang dapat menghendaki satu dunia, tidak keduanya. Tiap waktu adalah benar, tetapi kebenaran itu tidak selalu sama.

Waktu adalah hubungan sebab-akibat.

Bila waktu dan perjalanan peristiwa sama, waktu bergerak lambat sekali. Bila tidak demikian, maka orang-oranglah yang nyaris tidak bergerak. Jika orang tidak memiliki ambisi di dunia seperti ini, ia tidak menyadari kalau ia menderita. Jika berambisi, ia tahu bahwa ia menderita, tetapi penderitaan itu berlangsung sangat lambat.

-Tubuh bukanlah suatu kewajiban, melainkan suatu kumpulan bahan kimia, jaringan, dan impuls saraf. Pikiran tak lebih dari gelombang listrik dalam otak. Rangsangan tak lebih dari asam ynag menusuk otak kecil, Pendeknya, tubuh adalah mesin. Tunduk pada hukum listrik dan mekanika sebagaimana elektron dan jam. Karena itulah, tubuh harus disapa dengan bahasa ilmu fisika. Jika tubuh sedang berbicara, ia melulu bicara tentang beberapa tuas dan tekanan. Tubuh adalah sesuatu untuk diperintah, bukan dipatuhi.

Di dunia dengan masa silam yang berubah, kenangan bagai butiran gandum yang tersapu angin, seperti mimpi-mimpi singkat, seperti bentuk-bentuk awan. Peristiwa, sekali terjadi, kehilangan realitas, berganti hanya dalam satu lirikan, satu badai, satu malam. Begitulah, masa silam tak pernah terjadi. Siapa yang dapat mengetahui?

-Di dunia seperti ini, ketika masa depan adalah kepastian, tak ada salah atau benar. Salah atau benar mensyaratkan adanya kebebasan dalam memilih tak mungkin lagi ada. Di dunia ketika masa depan telah pasti, tak seorang pun terbebani tanggung jawab. Ruang-ruang telah diatur sebelumnya.

Waktu seperi cahaya di antara dua cermin. Memantul ke depan dan ke belakan, menghasilkan bayangan, melodi, pikiran dalam jumlah yang tak terhingga. Inilah dunia penggandaan yang tak terbatas.

Butuh waktu cukup lama untuk saya memahami pemikiran-pemikiran yang sangat filosofis dalam buku ini. Membacanya mungkin akan menimbulkan banyak pertanyaan di pikiran kita atau mungkin malah menciptakan sebuah pemikiran baru tentang waktu yang sangat misterius itu? Yap, temukan saja jawabannya. Selamat membaca.đŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s