Hadiah ultah untuk indonesiaku

by Faqih Addien Al Haq

17 agustus dimulai dari tahun 1946 sampe entah kapan akan selalu menjadi hari yang istimewa di benak bangsa indonesia…

well,
sudah 63 kali dirayakan dan besok senin yang ke-64 akan dirayakan lagi…

yang mungkin tidak pernah terpikirkan untuk tidak ditanyakan adalah buad apa kita merayakan ?

untuk mengenang ?

untuk memuliakan ?

sepertinya tidak se-ideal itu ato mungkin realita yang “mengidealis” ato kebohongan bersama terhadap para pendiri bangsa, setiap tahun kita merayakan namun tidak pernah ada makna yang ada di dalamnya…

kalo manusia ultah,

1 tahun bisa merangkak…

2 tahun bisa berjalan…

3 tahun bisa membaca dan menulis…

4 tahun bisa berinteraksi aktif dengan lingkungan…

12 tahun lulus SD….

15 tahun lulus SMP….

17 tahun SweetSeventeen…

18 tahun lulus SMA dan usai sudah ‘menggugurkan kewajiban’ kita….

23 tahun lulus kuliah… ( setahun menganggur…. )

25 tahun dapet pekerjaan ( cleaning service ? buruh ? karyawan ? )

26 tahun menikah…. ( entah dapet siapa trimo… )

35 tahun berhenti punya anak 2 saja ( sunnah pemerintah diikuti, sunnah nabi ditinggal… )

40 tahun mulai menikmati hari tua…

50 tahun menunggu ajal….

60 tahun ke atas bersiap – siap….

akankah INDONESIA-ku akan seperti orang – orang yang bernaung di bawahnya ? dengan segala rutinitas dan rahasia umum tentang pola hidup yang sedemikian ? menjadi orang yang biasa dan dilupakan namanya setelah mati ?

Indonesia…

aku tumpah di atas tanah airmu…

aku tumbuh di atas ladang dan sawahmu…

aku belajar di surau dan gedung tua peninggalan para pendahuluku…

aku mengerti dirimu wahai kekasihku, Indonesia…

aku tahu sejarah hidupmu telah berubah…

aku melihat akta kelahiranmu dibuat – buat

walaupun engkau lahir tanpa akta dan catatan…

sudah 17 tahun aku bersamamu…

makan minum dari isi perutmu…

menyimpan dan memegang sisa – sisa kulit arimu…

Indonesiaku…

berapa kali lagi aku harus mengambilkan tisu kering untukmu ?

untuk menghapuskan air matamu yang terus mengalir karena ulah tangan jahil ?

bali berdarah 2001, kemudian bernanah 2003…

jakarta meradang 2004 dan sebulan yang lalu kembali aku harus mengambilkan tisu untukmu…

Tidakkah engkau mengerti cintaku ?

Harga kapas dan tisu juga semakin tinggi ?

Untuk menyuapi anak – anak bangsa, anak Indonesia…

Harga beras juga naik…

Indonesia !

Masih banyak yang ingin aku ceritakan kepadamu…

Betapa tiap hari aku memikirkan dirimu…

Kemarin

Orang Tua kami telah mendahului kami…

Salam kami salam mereka…

Mbah Surip dan W.S. Rendra

I LOVE YOU FULL, INDONESIA !
aku juga menangis saat engkau menangis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s