Makna Penting dibalik Lambang Makara Universitas Indonesia

“Kamu kuliah dimana?”
“UI, kak..”
“Waw, Anak UI? Keren, keren.”

Menjadi salah satu mahasiswa UI pasti menjadi sebuah kebanggaan. Tapi dibalik sebuah kebanggaan menjadi mahasiswa di kampus yang membawa nama negara ini, terselip banyak beban. Sebagai mahasiswa UI, beban kita terkumpul di jaket kuning yang menjadi simbol kemahasiswaan kita. Dan tentunya makara yang ada di dada masing-masing kita. Apakah kita sebagai mahasiswa UI sudah mengetahui dan memahami apa makna dari makara kuning yang tersemat itu?

Makara ini tidak dibuat sembarangan. Ada sejarah dan sarat akan makna pastinya. Lambang UI diciptakan tahun 1952 oleh Sumaxtono yang bernama asli Soemartono, mahasiswa angkatan 1951 senirupa Fakulteit Teknik Universiteit Indonesia, Bandung. Ada dua unsur yang mendasari Lambang UI, yaitu pohon dengan cabang-cabangnya dan makara. Bentuk Lambang Universitas Indonesia yang kita ketahui sekarang memiliki ide dasar berupa kala-makara. Kala adalah kekuatan dari atas (Matahari), sementara makara adalah kekuatan dari bawah (Bumi).

Unsur yang pertama, yaitu pohon beserta cabang dan kuncupnya melambangkan sebuah pohon ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang ilmu yang kuncup-kuncupnya suatu saat akan mekar dan menjadi cabang-cabang ilmu pengetahuan yang baru. Ini mungkin melambangkan bahwa UI sebagai sumber ilmu pengetahuan akan selalu mencakup berbagai cabang ilmu pengetahuan yang akan selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman sesuai dengan maksud pencipta lambang ini, Sumaxtono.

Lalu, unsur yang kedua yaitu Makara yang mengalirkan air, melambangkanhasil yang memancar ke segala penjuru. Sumaxtono tentunya menyelipkan makna bahwa Universitas Indonesia sebagai sumber ilmu pengetahuan akan menghasilkan sarjana-sarjana yang cerdas, terampil, penuh ketakwaan, berbudi luhur, dan berkepribadian, serta bersikap terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi serta masalah yang dihadapi masyarakat, dan mampu menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah akademik, di mana pun mereka berada.

Buku pertama yang menggunakan lambang Universitas Indonesia di sampulnya untuk pertama kali adalah buku Universiteit Indonesia, Fakulteit Teknik, Bandung: Rentjana Untuk Tahun Peladjaran 1952-1953 (Percetakan AID, Bandung, 120 hlm.)

Nah, selain lambang makara, Universitas Indonesia juga memiliki panji-panji yang berbeda warna untuk setiap fakultas. Yaitu warna Biru-Merah untuk Fakultas Ilmu Komputer, Putih untuk Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Hijau untuk Fakultas Kedokteran, Hijau-Putih–Fakultas Kedokteran Gigi, Biru—Fakultas Teknik, Bitu-Hitam—Fakultas MIPA, Merah—Fakultas Hukum, Oranye—FISIP, Abu-Abu—Fakultas Ekonomi, Biru Muda—Fakultas Psikologi, Ungu—Fakultas Kesehatan Masyarakat, Biru Muda-Biru Tua-Biru Muda—Fakultas Ilmu Keperawatan, dan Hijau-Oranye-Biru untuk Program Vokasi.

Begitu besar makna lambang makara Universitas Indonesia. Jadi, sebagai mahasiswa UI yang baik, kita harus menjadikan makara yang tersemat di Jaket Kuning kebanggaan kita sebagai beban dan semangat agar kita bisa menjadi mahasiswa yang bermanfaat dan terus berkontribusi baik bagi bangsa dan rakyat Indonesia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s